Ombudsman Akan Turun ke RSUP

WhatsApp Image 2020 02 26 at 23.07.11

FOTO JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Adhar Hakim

MATARAM – Ombudsman RI perwakilan NTB menegaskan pegawai (dokter, perawat, bidan) pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, wajib melakukan apa yang disebut sebagai standar pelayanan publik. Standar pelayanan publik itu, termasuk di dalamnya sopan santun, tutur kata dalam melayani dan juga dengan memperlihatkan kapasitas dan kabalitas mereka dalam melayani satu pasein. Hal ini ditegaskan Kepala Ombudsman RI Perwakilan NTB, Adhar Hakim.

Adhar mengatakan, dengan mendengar ada dugaan RSUP menelantarkan satu pasein, memasukkan pasien di ruangan yang salah termasuk Informasi ada dokter yang berkata kata tidak wajar.

Adhar menyebutkan, RS berperan melayani kebutuhan dasar masyarakat. Posisi RS sama dengan dunia pendidikan. Di RS telah dibangun SOP yang tuntas dalam menangani pasien. Adhar pun meyakini, RSUP NTB telah memiliki SOP tersebut.

Untuk itu, Ombudsman akan mengecek kebenarannya seperti apa. Ombudsman mengaku belum bisa berkomentar panjang sebelum turun mengecek keberadaannya.

“Mendapat ada berita seperti ini kami akan cek. Sebaiknya saya akan cek dulu yang begini,” ujar Adhar di Mataram, kemarin.

Katanya, Ombudsman akan mengecek apa benar saat itu tidak ada ruangan, RS akan ditanya kapan pasien masuk siapa dokter yang menangani serta identitas pasien dan lainnya.

“Kami akan klarifikasi mereka,” katanya.

Dalam masalah ini, RSUP NTB diminta lebih masif melakukan sosialisasi aplikasi yang bisa diakses masyarakat, dimana dalam aplikasi tersebut dapat dilihat apa benar masih ada kamar atau tidak saat datang di RS. RSUP Provinsi dilihat Ombudsman sendiri telah menerapkan akses keterbukaan pengelolaan kamar, melalui satu aplikasi namun mungkin saja aplikasi tersebut belum banyak diketahui masyarakat.

“Aplikasi itu sebaiknya terus di sosialisasikan,” dorong Adhar.

Menurut Adhar jika benar kasus tersebut pihak keluarga juga dipersilahkan melaporkan secara resmi ke Ombudsman. Apalagi masih ada sesuatu yang mengganjal yang membuat kecewa pihak keluarga yang dialami dari sikap pegawai RSUP meski pasien tersebut, saat ini sudah ditangani dengan baik oleh RS.

“Kalau yang bersangkutan masih belum menerima yang dibilang kasar pada kejadian sebelumnya dia punya hak melapor kepada kami. Kami akan tidak lanjut sesuai dengan mekanisme,” janji Adhar.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pilkada, Loteng Daerah Rawan Keempat Nasional

Read Next

Virus Korona, Arab Saudi Stop Layanan Umrah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *