Oknum Kadus di Kediri Diduga Aniaya Wartawan Sampai Berdarah

WhatsApp Image 2020 05 13 at 13.28.20

IST/RADARMANDALIKA.ID GARA-GARA BERITA: Wartawan online, Ahmad Sahib saat masih menjalani pengobatan di Puskesmas Kediri, Rabu malam.

LOBAR  – Oknum kepala dusun (Kadus) di Desa Kediri Induk, Kecamatan Kediri Lombok Barat diduga menganiaya seorang wartawan media online sampai berdarah.

Korban wartawan bernama, Ahmad Sahib warga Desa Kediri. Kuat dugaan, Sahib dianiaya buntut dari pemberitaannya, Rabu kemarin.

Kejadian itu bermula ketika Sahib menulis berita tentang seorang nenek tua renta asal Dusun Karang Bedil Utara yang kehidupannya di bawah garis kemiskinan.

 Dalam berita tersebut, diterangkan bahwa nenek tua itu jarang mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Disinyalir minim perhatian dari pemerintah setempat.

Laman berita online yang dishare di beberapa akun media sosial itu jadi viral, dan menuai protes serta tanggapan para netizen.

Salah seorang warga Desa Kediri Radi menceritakan, dugaan pemukulan terjadi ketika korban berada di rumahnya sedang menunggu waktu berbuka puasa. Lalu datang pelaku kemudian terlibat cek-cok dan berakhir terjadi pemukulan.

”Kejadiannya tadi sebelum datang waktu berbuka puasa, karena kebetulan saya bertetangga sama korban, saya dengar mereka cek-cok, setelah saya datang, korban sudah berlumuran darah,” ungkap saksi mata yang juga tetangga korban.

Radi menerangkan, bahwa saat ini kondisi korban sangat kritis mengingat tulang hidungnya mengalami patah ringan, dan rahangnya juga mengalami luka sehingga berlumuran darah.

“Saat ini, pasien sedang dalam perawatan medis dan kami akan rujuk ke rumah Sakit Umum Patut Patuh Patju, untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut,” kata Radi.

Dari pengakuan korban saat dikunjungi awak media di Puskesmas Kediri, mengungkapkan bahwa saat sedang berbuka puasa di rumahnya, dirinya di datangi oleh oknum Kadus tersebut dan mencaci makinya dengan bermacam pernyataan.

“Saat sedang berbuka puasa tiba-tiba dia datang, sambil memaki maki saya dan melemparkan pukulan ke arah hidung dan mulut saya,” cerita korban.

Saheb berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengusut kasus pemukulan yang dialaminya. Sebab selain merasa dirugikan, tindakan kriminal ini dianggapnya merupakan salah satu bentuk kekerasan terhadap jurnalis yang harus diusut.

“Gara-gara penulisan berita saya dianiaya begini, saya pastikan akan membawa kejadian ini ranah hukum,” ancamnya.(r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Doktor Zul Apresiasi Capaian Lobar di Bidang Industrialisasi

Read Next

JPS Gemilang Perjelas Roadmap Pemberdayaan UMKM Pasca Pandemi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *