Ngeluh, di Hadapan Menteri KKP Nelayan Ngaku Diintimidasi

F Menteri

FOTO KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID KUNKER: Mentri KKP, gubernur, wakil Bupati Lombok Tengah saat menaiki perahu bersama rombongan di PPN Awang, Rabu kemarin.

PRAYA – Pada kesempatan dialog dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sakti Wahyu Trenggono di PPN Awang, Kecamatan Pujut Lombok Tengah, Rabu kemarin. Seorang nelayan lobster, Nurhayadi mengungkapkan keluhannya. Dia mengatakan, benih lobster yang melimpah ruah kemudian sisanya tidak tahu akan dikemanakan, kemudian apabila beralih ke pembudidayaan maka akan sangat sulit dalam pengaplikasian dan pengadaan pakan.
Ditambahkan, apabila dijual nelayan juga masih bingung dengan penerapan aturan terbaru saat ini mau jual kemana ? “Kami menangkap benih diintimidasi, adanya oknum aparat yang mengaku dari polda NTB, dia mengancam mengatakan bahwa menteri yang dulu sudah ditangkap dan tidak diperboleh menangkap bibit lagi saat ini,” ungkapnya polos.

Sementara, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pihaknya akan menyiapkan wadah dan pengepulnya langsung nanti dari pemerintah supaya bisa diakomodir semua.
Menteri juga menekankan dimana adanya aturan yang harus sedang digodok untuk kemudian diberlakukan, yakni lebih menekankan pembudidayaan di dalam negeri dan pembelian hanya antar daerah di dalam negeri saja.
“Lebih tingginya nilai yang akan didapatkan masyarakat atau pembudidayaan. Kalau kemudian ketika pembibitan harganya sekitar 20 ribu saja, maka dengan membudidaya selama sebulan saja sudah naik harganya menjadi 25 ribu untuk benur lobster jenis mutiara, kemudian begitu juga yang lainnya,” katanya.

Adapun gagasan besar yang di persiapkan yakni bagaimana kesiapan dan kemantapan para nelayan tangkap dan masyarakat sekitar perairan bisa membudidayakan benur lobster yang dimana secara kualitas Lombok merupakan bibit terbaik dunia dan memiliki kuantitas yang tinggi untuk jenis mutiara dibandingkan dengan hasil tangkapan di pulau Jawa.

“Lombok harus menjadi pusat pembenihan dan budidaya lobster dunia,” harapnya.
Ditambahkan Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah di lokasi acara. Katanya, bahwa akan memprogramkan supaya bagaimana para nelayan lebih layak dan kedepan mengingat perlunya kinerja ekstra salam peralihan masyarakat yang biasanya menangkap kemudian dialihkan membudidaya mengingat sudah terbiasa praktis tangkap dan jual.

Adapun nelayan saat ini sudah mulai masuk era digitalisasi yang kemudian harus sudah memiliki E-Nelayan yang pelayanannya bisa melalui aplikasi.
Kemudian kata Nursiah, adanya pembiayaan nelayan sudah sangat maju dan dapat melakukan pembiayaan secara mandiri. Kemudian melakukan jaminan kesehatan nelayan atau asuransi nelayan.

“Kita hanya perlu penataan SDM supaya lebih siap dan mantab dalam program pembudidayaan ini,” pungkasnya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Insentif Nakes dan Anggaran UTD, Direktur RSUD Praya Diperiksa Jaksa

Read Next

KKP Resmikan Kampung Lobster Telong-Elong

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *