MotoGP, Pemprov Usulkan Travel Bubble

  • Bagikan
F Sekda NTB scaled
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Lalu Gita Ariadi

 

MATARAM – Salah satu sistem yang dilihat Pemprov NTB sangat sesuai dalam pelaksaan event MotoGP mendatang yaitu, sistem Travel Bubble. Travel Bubble merupakan pendampingan isentif oleh tim Satgas kemudian langsung dilakukan treatmen bagi Pelaku Perjalajanan Luar Negeri (PPLN). Saat ini Pemprov masih tataran mengusulkan ke Satgas Covid-19 pusat.

 

“Pola Travel Bubble itu harapannya,” kata Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi di Mataram.

 

Travel Bubble itu bentuk pertimbangan langkah yang dilakukan pemerintah menjawab pihak Dorna yang tidak menginginkan dilakukan karantina bagi pemain, official dan Crew MotoGP yang akan datang ke Lombok.

 

Sistem seperti itu salah satu hasil studi banding pejabat Polda NTB dan pihak Pemprov ke Itali sebelum WSBK lalu, dimana dua hari mereka dilakukan swab sehingga bagi yang ditemukan positif langsung di treatmen dengan ditempatkan di ruang isolasi yang telah disediakan di hotel.

 

“Tiap hari mereka dimonitor. Kemanapun perginya menggubakan aplikasi (peduli lindung). Aplikasi itu bentuk kontrol ketat,” katanya.

 

Travel Bubble tersebut diusulkan supaya aktivitas balapan MotoGP tetap berlangsung disatu sisi antisipasi Covid-19 terutama jenis varian baru, Omicron tetap dipantau secara lebih intensif.

 

“Kita mempertimbangkan bagaimana aktivitas ini tidak terganggu dengan memperkekat melakukan pemantauan. Ada pola karantina ataau tim treatmen khusus. Pola Bubble itu kan treatment,” jelasnya.

 

“Nanti akan ada keputusan pemerintah pusat,” tambahnya

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr Lalu Hamzi Fikri menjelaskan lebih detail. Pihaknya mengikuti rapat bersama ITDC yang dipimpin Komandan Lapangan persiapan MotoGP, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto mengenai rencana Travel Bubble itu. Kemudian hari minggu pekan lalu dirinya kembali rapat dengan Menkes dan Satgas pusat tentang rencana pemberlakukan travel bubble tersebut.

 

“Ini dalam proses diusulkan,” kata Fikri dikonfirmasi terpisah.

 

Secara umum konsep Travel bubble itu dimana PPLN akan di bawa menggunakan Bus didampingi sejumlah SDM dari Nakes menuju hotel lalu akan dikarantina 1×24 jam sampai menunggu hasil swabnya negatif.

 

“Setelah dinyatakan negatif maka semua pembalap official dapat memasuki areal Sirkuit. Ini salah satu yang diusulkan kemarin saat rapat itu,” terangnya.

 

Meski masih digodok tetapi hotel nantinya akan menyiapkan tempat khusus untuk isolasi bagi yang postif.

“Travel bubble itu pendampingan ke Bandara Hotel dan ke Sirkuit. Di Sirkuit pun harapannya dia (mereka) nanti tidak kemana-mana,” jelasnya.

 

Berikutnya pada poin kedua setiap PPLN akan diantarkan ke hotel mereka yang sudah ditenukan kemudian dilakukan PCR dikarantina diawasi khusus oleh Dinkes. Jika PPLN sudah dinyatakan negatif maka dapat memasuki area Sirkuit.

 

Pola ini rencananya akan mulai diberlakukan pada pra musim yaitu 11 – 13 Februari selanjutnya pada even MotoGP. 18-20 Maret.

“Ini masih taraf usulan kepada pihak satgas covid pusat. Nanti kita menunggu yang lebih resmi kembali informasi dari pusat,” paparnya. (jho)

 

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *