Modal Nyabu, ABG Ini Maling di 16 TKP

F Pembobol brankas

IST/RADAR MANDALIKA DIRINGKUS: Pelaku DD, 15 tahun warga Jempong Timur saat digiring anggota Resort Kota Mataram, kemarin.

MATARAM – Kendati di bawah umur aksi anak baru gede (ABG) ini dijuluki sebagai “spesialis” pembobol brankas di Kota Mataram. Ada 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) berhasil digasaknya. Pelaku inisial IK alias DD, 15 tahun warga Jempong Timur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram, dia diduga sebagai pelaku pembobol brankas di 16 TKP.

Sementara, Satuan Reskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus dilakukan DD. DD disebutnya spesialis pembobol brankas di wilayah hukum Polresta Mataram. Meski diusia remaja sudah beraksi membobol brankas di 16 TKP.

‘’Pelaku ini memang masih di bawah umur tapi sudah beraksi di 16 TKP. Pelaku ini spesialis pembobol brankas,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, kemarin.

Pelaku terakhir kali beraksi tanggal 8 Oktober 2020 sekitar pukul 23.30 wita. Pelaku dan rekannya mendatangi kantor salah satu perusahaan travel di Jempong Baru, Kota Mataram. Dengan menggunakan linggis dan obeng. Pelaku merusak gembok dan masuk ke dalam kantor. Setelah itu mengambil dan merusak brankas berisikan uang Rp 2 juta.

‘’Memang spesialis brankas dia ini,’’ sebutnya.

Sasaran pelaku dan komplotannya adalah toko dan kantor yang memiliki brankas. Wilayahnya adalah seputaran Kota Mataram. Setiap beraksi, pelaku selalu membawa linggis dan obeng untuk merusak pintu dan brankas.

Dari hasil penyelidikan, terungkap pelaku dibantu bersama beberapa rekannya. Satu orang rekannya sudah ditangkap kepolisian. Sedangkan yang lain masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian.  Rekannya ada yang masih di DPO masih dilakukan pengembangan.

Terungkap juga, DD beberapa waktu lalu ditangkap petugas. Tapi berhasil kabur dan melarikan diri.

Tindakan pelaku memang benar-benar tidak bisa ditiru. Di depan petugas, DD mengaku dari hasil tindak pidana yang sudah dilakukan. Digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu. Kadek sangat menyesalkan karena DD masih di bawah umur.

‘’Pengakuannya untuk membeli sabu. Saat butuh sabu, mencuri dia anggap cara paling cepat untuk mendapatkan uang,” ceritanya.

DD pun mengaku saat diintrogasi petugas. DD mengaku sejak beberapa tahun menkonsumsi sabu. Sabu dibeli dari hasil menjual barang curian. (jho/rif)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Bawaslu Awasi Surat Suara

Read Next

Pertanyakan Rencana Pembebasan Lahan “Bukit Cacing”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *