Pertanyakan Rencana Pembebasan Lahan “Bukit Cacing”

F HEARING

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PERTEMUAN: Suasana hearing yang dilakukan Jarinkobar di DPRD Lobar, kemarin.

LOBAR—Rencana Pemkab Lombok Barat (Lobar) melakukan pembelian lahan di “Bukit Cacing” Gunungsari untuk track sepeda, dipertanyakan aktivis Jaringan Komunikasi Lobar (Jarinkobar). Lantaran Pemkab Lobar dinilai tak adil dalam pemerataan pengembangan daerah. Hal itu disampaikan Jarinkobar saat hearing di DPRD Lobar, kemarin.

Selain itu, proses untuk pembelian lahan warga yang akan menelan anggaran Rp 500 juta dianggap belum sesuai prosedur. Karena dari beberapa informasi dan keadaan di lapangan belum memenuhi persyaratan pembelian Bukit Cacing. “Keadaannya ada masyarakat (pemilik tanah) belum selesai pembuatan sporadik karena identitasnya belum jelas. Ada juga yang belum selesai sertifikatnya, kemudian ada juga masyarakat yang tidak mau menjual tanahnya,” ungkap Ketua Jarinkobar, Munawir selepas hearing.

Meski sudah difasilitasi DPRD untuk mendengar langsung penjelasan dari Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Jarinkobar tetap merasa tidak puas dengan jawaban itu. Karena adanya perbedaan infomasi yang diterima dari kepala Dispora maupuan BPKAD dengan utusan yang datang saat hearing. “Ada perbedaan informasi antara kepala dinas (Dispora) dengan sekretaris maupun kepala bidang (BPKAD) yang diutus. Terkait keputusan atau perubahan kebijakan untuk pembelian Bukit Cacing antara kepala BPKAD dengan Dispora,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Munawir, saat pihaknya bertanya kepada kedua kepala OPD itu terkait pembelian lahan, mereka mengaku itu baru sekedar rencana. Namun nyatanya temuan Jarinkobar di lapangan, ada imbauan dinas terkait kepada masyarakat yang akan dibebaskan tanahnya agar melengkapi surat kepemilikan lahan. “Kesan seperti ini kita anggap ada ketidak terbukaan antara OPD maupun yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Rencana pembelian lahan itu juga dianggap Munawir terburu-buru untuk bisa dieksekusi tahun ini. Sebab permasalahan lahan itu sendiri belum selesai. Jangan sampai, program pembuatan jalur track sepeda itu batal karena permasalahan pembebasan lahan yang belum tuntas. “Contohnya seperti di (Dinas) Pariwisata gagal mengesekusi proyek di Senggigi (Kerandangan). Jangan sampai persoalan di Senggigi itu kembali terulang pada Dispora,” imbuhnya.

Ia beranggapan terburu-burunya rencana itu karena hanya untuk memenuhi janji politis bupati ketika masa kampanye. Kritikan lainnya, kebanyakan pembangunan juga diarahkan ke bagian utara. Sehingga, Munawir menilai terjadi ketimpangan pembangunan daerah. Jika ingin ada pemerataan, mengapa tidak dilakukan pembangunan track sepeda itu di Gunung Sasak Kuripan. Padahal lokasi itu sudah pernah mengelar event nasional sepeda gunung.

Hebatnya, kegiatan itu pun tanpa support dari pemerintah daerah. “Kenapa selalu ke utara saja, kenapa tidak ke selatan,” tanyanya.

Menangapi hal itu, Sekretaris Dispora Lobar, L Wirakencana mengatakan, pengembangan itu hanya untuk peningkatan prestasi olahraga, terutama cabang olahraga sepeda. “Jadi kita tidak melupakan tr     ack sepeda lain, misalnya seperti Gunung Sasak. Kita sangat mendukung sebagai salah satu (lokasi track),” ungkapnya.

Hanya saja, ia mengungkapkan untuk pengembangan di Gunung Sasak terkendala pembebasan lahan. Lantaran lahan itu milik Perhutani, meskipun disana sudah ada track sepeda. Karena pihaknya berniat Lobar memiliki track resmi. “Jangan sampai ada persoalan dibelakang hari, perlu ada diskusi lagi terkait track di lokasi itu,” jelasnya.

Rencananya, panjang lahan yang akan dibebaskan untuk track sepeda sekitar 2,7 km dengan lebar 2 meter. Sejauh ini, sosialisasi untuk pembebasan lahan sudah dilakukan Dispora, Dari 52 pemilik tanah, 50 sudah hadir. Sisanya dua pemilik belum datang karena masih mengurus surat kepemilikan lahannya.

Ia pun mengklaim jika masyarakat setempat mendukung rencana pengembangan track sepeda. “Karena tujuan dibangunnya track itu untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Implikasi untuk pemerintah daerah bisa kita jadikan destinasi wisata, karena per minggu itu tercatat 500 orang yang bersepeda di sana,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Lobar, Romi Rahman menilai permintaan pengembangan Gunung Sasak itu menjadi bahan masukan untuk DPRD dan OPD terkait untuk pengembangan ke depan. Sementara penentuan lokasi Bukit Cacing untuk pengembangan track sepeda, ia menilai jika pihak Dispora pasti juga memiliki kajian.

“Ke depan kita harapkan ada output untuk masyarakat setempat. Tidak hanya berbicara olahraga saja,” jelasnya.

Diakuinya ada tiga lokasi rencana pengembangan track sepeda di Lobar. Diantaranya di Taman Sari Gunungsari Bukit Cacing, Meninting Batulayar dan Gunung Sasak Kecamatan Kuripan. Politisi Gerindra itu memastikan, dengan pengembangan Bukit Cacing tak lantas pemkab mengesampingkan Meninting maupun Gunung Sasak. “Ini mungkin menjadi masukan ke depannya untuk dikembangkan tiga track ini. Tidak hanya sekedar pengembangan fisiknya namun juga non fisik karena diperlukan untuk pengembangan ekonomi dan wisata,” jelasnya.

Sudah ada pengajuan usulan Dispora untuk pembebasan lahan di Bukit Cacing? Romi mengaku belum mengetahuinya karena hal itu menjadi ranah Komisi IV sebagai leading sektor pendidikan. Namun anggaran yang digunakan itu berasal dari DID yang masuk pada Oktober lalu. “Sehingga tidak mungkin masuk tanpa usulan. Jelas mereka memiliki perencanaan untuk pengembangan wilayah tersebut,” paparnya.

Selain itu dalam regulasi juga diatur OPD diperbolehkan melakukan belanja modal berupa tanah sesuai kebutuhan. Ia pun meyakini pasti sudah ada usulan dari masyarakat, terutama komunitas sepeda. Sehingga ada usulan penentuan lokasi yakni di Bukit Cacing.

Ia pun menyebut jika masyarakat di sana sebagian besar bersedia lepaskan tanahnya. Walaupun semua bukti sah kepemilikan masih dalam proses. Tentunya manfaat pemkab membeli lahan itu akan menjadi aset bagi daerah dan tak akan merugikan daerah. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Modal Nyabu, ABG Ini Maling di 16 TKP

Read Next

Keberhasilan Siswi MA Mu’alimat NW Pancor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *