Mengintip Aktivitas Ramadan di Pondok Pesantren Selama Pandemi Covid-19 (8)

f Bok 1 3 scaled

WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA AKTIVITAS: Para santri Ponpes Nurul Hakim ketika melakukan pembelajaran menjahit, Rabu kemarin.

Dari Awal Pemeriksaan Super Ketat, Siapkan Alat dari UGM

Aktivitas belajar mengajar di Ponpes Nurul Hakim Kediri Lombok Barat tetap berjalan. Para santri atau santriwati di sana sudah terbiasa dengan protokol kesehatan. Bahkan ketika penerimaan santri baru di bulan ramadan, protokol kesehatan untuk scraning juga diberlakukan.

WINDY DHARMA-LOMBOK BARAT

SUASANA Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim Kediri, Lombok Barat (Lobar) ramai seperti biasanya oleh santrinya. Aktivitas belajar mengajar berjalan seperti biasa. Kondisi Pandemi covid-19 nampaknya tak lagi begitu berpengaruh. Tahun kedua Ramadan disuasa Pandemi dijalanin dengan protokol kesehatan (Prokes).
Terbiasa, itulah yang nampak pada santri dan pengurus Yayasan Ponpes terbesar di Kediri itu. Bahkan meski tengah membuka pendaftaran santri baru. Tak mengurangi prokes yang diterapkan. Beberapa orang tua yang membawa anaknya sembari menenteng map dan diserahkan kepada pengurus yayasan.
Sekretaris Yayasan Nurul Hakim, Ustad Firdaus Sinuzulan yang ditemui Rabu kemarin pun menceritakan aktivitas para santrinya bulan ramadan. Diakuinya tak banyak ada perubahan aktivitas di ponpes meski disuasana pandemi. Hanya saja pihaknya tetap menerapkan prokes dengan pembatasan siswa di Pondok maupun di ruang kelas.
“Misalnya rata-rata ruang tempat tidur itu dari 30 jadi 20 kita kasih jarak lemarinya. Termasuk di ruang belajar, kita berupaya tetap mengingatkan prokes,” jelasnya.
Penerapan prokes itu bahkan dibawa hingga penerimaan santri baru. Bagi calon santri akan dilakukan scraning di klinik Ponpes. Bahkan pemeriksaanya cukup ketat.
“Dari hasil scraning itu kita analisa, apakah yang bersangkutan fisik dan kesehatan cocok ndak dengan kegiatan yang full di ponpes. Tujuan kita scraning ini juga untuk memastikan apakah penyebaran covid ini tidak masuk kekita,” jelasnya.
Katanya, pendaftar ke Ponpes itu tak hanya datang dari Pulau Lombok saja. Namun dari luar Lombok, bahkan beberapa para santri dari Bali, Pulau Sumbawa, NTT, Riau, Kalimantan, Sulawesi hingga Sumantra. Tak sampai situ, ketika para santri baru diterima, pemeriksaan covid dengan Genose dari UGM akan dilakukan.
“Insya allah kita akan siapkan alatnya, kita sedang proses pembeliannya, Insya Allah bulan Agustus semuanya sudah. Kita di Nurul Hakim ini ingin meyakinkan masyarakat, calon santri terkait dengan kesehatan, kita pastikan,” jelasnya.
Di bulan ramadan ini aktivitas santri seperti biasanya dari tahun ketahun. Mulai dari bada subuh tadarusan, lanjut kajian kitap kuning. Proses balajar mengajar dimulai jam 8 pagi sampai jam 1. Untuk siang hari para santri istirahat dan dilanjutkan sore hari untuk kegiatan KBM dan bersiap untuk buka puasa. Salat Isak dan tarawih berjamaan juga tetap dilakukan, selepas itu dilanjutkan tadarusan.
“Di bulan Ramadan kita banyak arahkan untuk membaca alquran,” katanya.
Selain itu aktivitas pembelajaran di SMK Nurul Hakim juga berjalan seperti biasa. Para santri dilatih berbagai keahlian seperti salah satu tata busana. Para santriwati tetap melakukan praktek menjahit dengan semangat. Termasuk juga para jurusan lainya di antaranya otomotif, kelistrikan hingga tataboga.
Meski tak dipungkiri masih ada ditemukan santri yang lupa membawa masker. Pihaknya tetap mengingatkan para guru untuk tidak mulai pelajaran jika ada santri yang lupa mengenakan masker. Karena prokes tetap dijaga. Terlebih para guru di Nurul Hakim sudah menerima vaksin.
Pihaknya berencana nantinya setelah siswa libur di lebaran, seluruh ruangan akan distrerilkan. Begitu para siswa yang berjumlah sekitar 4.500 santri masuk pondok kembali, akan di genose. (bersambung)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penyaluran Bantuan, Pihak Bank Abaikan Prokes

Read Next

Aset Pemprov di Gili Trawangan Tak Ada Tindaklanjut ?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *