Mengikuti Kunjungan Kemenparekraf ke Desa Lantan

F bok 1

RAZAK/RADAR MANDALIKA KUNJUNGAN: Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur pada Kemenparekraf, Oneng Setya Harini (tengah) berpose bersama Kades Lantan, L Erwandi (kiri), dan Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Loteng, H Lendek Jayadi, serta para pengelola Air Terjun Elong Tune, Sabtu (29/5).

Destinasi Wisata Primadona, Pejabat Kemenparekraf Kagumi Air Terjun Elong Tune

Keberadaan Air Terjun Elong Tune di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara berhasil menghipnotis orang Kemenparekraf RI. Merekapun mengkagumi keindahan air terjun ini.

RAZAK – LOMBOK TENGAH

SABTU (29/5) siang, suasana Air Terjun Elong Tune di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara (BKU), Lombok Tengah terasa istimewa. Tak banyak orang yang datang. Hanya segelintir pengelola air terjun yang nampaknya ingin menyambut kunjungan Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur pada Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Oneng Setya Harini.
Sekitar pukul 10.00 Wita, pejabat teras dari Kemenparekraf itu bersama rombongan dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah, H Lendek Jayadi tiba di area parkir Air Tejun Elong Tune. Mereka disambut hangat oleh Kepala Desa Lantan, L Erwandi, dan para pengelola wisata alam air terjun.
Sebelum turun berjalan kaki ke lokasi air terjun yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari area parkir. Oneng sapaan akrabnya lebih dulu mengisi daftar hadir pengunjung yang memang setiap hari tetap disediakan oleh pengelola di posko. Termasuk tempat cuci tangan. Oneng pun tak lupa mencuci tangan sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan pandemi Covid-19.
Akses ke Air Terjun Elong Tune cukup dekat. Hanya beberapa menit saja dari area parkir. Medan yang dilalui tidak lah menantang. Hanya melewati jalan bertangga yang sudah dihiasi dengan batu sikat. Di lokasi, sudah tersedian ruang ganti, WC, dan lain-lain. Tidak salahnya juga jika Anda datang ke sini bersama keluarga, teman maupun kerabat.
Air terjun ini menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Desa Lantan. Keindahan alamnya tak kalah dari wisata alam air terjun yang ada di pulau Lombok. Bagi penikmat wisata alam, dijamin tak akan mengecewakan. Mereka yang sudah datang ke air terjun inoi bakal kembali merindukan keindahannya.
Tiba di lokasi air terjun. Oneng beserta rombongan rupanya beitu tak sabaran ingin menikmati gemercik Air Terjun Elong Tune yang begitu spesial. Yang membuatnya spesial karena ada tiga deretan air terjun. Mereka pun langsung mendekat dan mengabadikan momen indah di lokasi air terjun. Suasana di sekitar air terjun memang sangat sejuk dan membuat badan merasakan kesegaran alami.
Di sela-sela menikmati suasana Air Terjun Elong Tune. Oneng beserta rombongan menyempatkan diri bercengkrama dengan para pengelola, juga Kades, di salah satu “berugak”. Oneng berusaha mengeksplor keindahan air terjun ini, dan berjanji akan mempromosikannya. Salah satunya lewat media sosial.
Oneng mengagumi potensi wisata alam Air Terjun Elong Tune sangat bagus. “Jadi saya mengapresiasi upaya masyarakat dan Pak Kepala Desa Lantan, dengan pengembangan desa wisata di sini,” ungkap dia pada Radar Mandalika.
Oneng juga memberikan beberapa catatan penting untuk pengembangan destinasi wisata. “Bagaimana pengelolaan produknya, antraksinya itu harus ditingkatkan lagi. Juga banyak story telling yang harus diangkat. Kemudian juga masyarakatnya harus betul-betul ditingkatkan lagi untuk bagaimana menjadi tuan rumah yang baik,” beber dia.
Oneng mengatakan, sektor pariwisata atau obyek wisata memiliki dampak positif bagi masyarakat. Pengembanngan sektor pariwisata bisa mendongkrak ekonomi masyarakat terutama warga sekitar. “Sehingga dari sisi skill atau sumber daya manusia (SDM) juga perlu ditingkatkan bagaimana bisa bersertifikasi,” tambah dia.
Kemenparekraf terus membangkitkan dan menggeliatkan desa wisata. Karea di tengah masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Desa wisata dituntut harus mampu beradaptasi di masa pandemi. “Kami mengarahkan desa wisata bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Jadi, produk-produknya juga harus tetap mengedepankan protokol kesehatan,” kata Oneng.
Setelah mengunjungi objek wisata alam Air Terjung Elong Tune. Apakah ada rencana Kemenparakraf melakukan pengembangan khusus untuk destinasi wisata tersebut? “Saya belum tau. Tapi karena saya evaluasi dan monitoring terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK), mungkin nanti teman-teman di bidang lain barangkali. Tapi saya belum bisa menjanjikan,” jawab Oneng.
Dia memberikan sinyal bahwa untuk peningkatan kapasitas masyarakat di desa wisata biasanya dilakukan oleh Deputi lain di Kemenparekraf. “Intinya di wilayah Mandalika pasti ada program-program yang diluncurkan walaupun tidak secara khusus ke desa wisata,” tutup dia. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Tiga Pendaftar Calon Sekda Loteng, Idham Pagi Ini

Read Next

BPK Temukan Kerugian Negara Dipengelolaan BOS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *