Mengenal Annisa Dwi Ramadhanti, Siswi Peraih Medali Perungu

F Bok 9

FENDI/RADARMANDALIKA.ID Annisa Dwi Ramadhanti

Langganan Juara, Cita-cita Ingin jadi Atlet Bela Diri

Annisa Dwi Ramadhanti lahir di Bali 20 Oktober 2004.  Dia merupakan sosok yang menyukai seni bela diri sejak kecil, ia termotivasi menjadikan bela diri sebagai pelindung diri terlebih dirinya seorang perempuan.

FENDI-LOMBOK TIMUR

AWALNYA dia sering mengikuti latihan, ia memantapkannya dengan mengulangi gerakan- gerakan yang telah diajarkan, itu membuat dirinya menjadi sosok pesilat yang harus diperhitungkan sekarang.

Anak yang saat ini tinggal tidak bersama bapaknya hanya dengan sang ibu, Suhartini 45 tahun dan neneknya. Pasalnya,  sudah lama kedua orang tuanya pisah ranjang.

Namun dari kondisi itu, tidak membuat Annisa tetap ulet dan istiqomah dalam berlatih. Ia sering mewakili sekolah yaitu, MA Mualimat NW Pancor dalam ajang kejuaraan bela diri. Seperti, seleksi Popda, Tapak Suci Campionship 1, dan juga Internasioal pencak Silat Camp turun pada cabang Tarung Derajat beberapa waktu lalu dengan meraih medali perunggu (juara tiga tingkat internasional) .

Anak yang mengawalii pendidikan dasar di MI Al-Hidayah Candi Kuning Bali, kemudian menyelesaikannya di SDN 1 Rempung, baru melanjutkan ke MTs Mualimat NW Pancor, dan sekarang Duduk di Kelas XI MA Mualimat NW Pancor.

Diakuinya tak luput dari cemoohan orang sekitarnya, seolah dirinya tak semestinya mengikuti ekstarkulikuler bela diri. Miskipun sering di sepelekan dirinya terus berupaya dan memotivasi diri untuk dapat menunjukkan dirinya, demi membuktikan bahwa kemampuannya tidak bisa diragukan lagi.

“Ngapain ikut bela diri hanya nyakitin diri saja, ngapain capek- capek latihan,” ceritanya.

Mendapat dukungan dari orang tua, membuat Annisa seolah seperti kapal yang nyeberang lautan, tetap berlayar miskipun dihempas gelombang ombak dan angin kencang. Hasil dari jeritan keringatnya, dia mampu membuat orang tuanya bangga sebagai peraih juara pada ajang internasional.

“Alhamdulliah bisa banggain orang tua, pulang dapat juara, orang tua semakin dukung,” tuturnya.

Meraih medali perunggu memang tidak didapat dengan mudah, dirinya melakukan berbagai persiapan seperti, latihan fisik, latihan teknik, menjaga pola makan, menjaga emosi, dan latihan kelincahan.

Selain itu, dirinya mendapat motivasi dan arahan dari pelatihnya untuk berupaya memaksimalkan persiapan dalam mengikuti kejuaran tersebut. Perinsifnya laksanakan persiapan sebaik mungkin masalah juara itu masalah belakang, asal sudah mantap persiapanya. “Itu paling penting,” tuturnya.

Gadis yang baru duduk di kelas XI MTs tersebut, ternyata memiliki cita- cita menjadi atlet bela diri.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pelabelan Rumah PKH Kurang Tepat

Read Next

Soal Bagi-bagi Jilbab, Masrun-Habib Angkat Bicara

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *