Nyemplung ke Sumur, Empat Orang Tewas

F TKP

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TKP: Warga saat menunjukkan sumur tempat empat orang warga nyemplung, kemarin.

PRAYA – Entah apa yang ada di dalam sumur itu. Peristiwa naas ini menghebohkan warga di Kecamatan Batukliang, Kamis kemarin. Empat orang warga nyemplung ke dalam sumur meninggal dunia di dalam.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Tanak Embang Lauq, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang. Sumur dengan kedalaman 5 meter dengan tinggi air mencapai 2 meter ini, membuat banyak warga sekitar heran. Ada apa di dalam sumur itu ?

Data diperoleh wartawan Radar Mandalika di lokasi, tiga orang korban warga Dusun Kembang Kerang II, Desa Aik Darek. Yakni, Mustiadi 45 tahun, Hasrul Sani 30 tahun dan Muhamad Yunus 25 tahun. Satu lagi korban warga Dusun Tanak Embang, Desa Selebung atas nama Dahar alias Amaq Hamidah, 61 tahun.

Saksi mata Hariawan menceritakan, dimana awalnya pemilik lahan yakni, Amaq Hamidah hendak akan membersihkan sumur, sebab di dalam sumur menurut pemilik terdapat ada bau tak sedap. Diperkirakan ada bangkai kadal dan bangkai katak. Sementara para korban merupakan orang yang akan diminta pemilik lahan membersihkan.

Saat itu, satu persatu korban hendak turun menggunakan tangga. Namun korban pertama saat hendak turun tiba-tiba tersungkur, secara bergiliran rekan korban hendak menolong dengan cara yang sama. Namun sampai di bawah tidak ada lagi suara. Satupun tidak ada yang naik. Demikian juga rekan lainnya karena penasaran ikut turun. Sehingga ada empat orang yang ada di dalam sumur.

“Kami pun berupaya bersama aparat kepolisian dan TNI untuk mengevakuasi korban dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti bambu. Tapi tidak ada yang berani turun,” ceritanya.

“Sempat ada yang mencoba masuk ke dalam sumur menggunakan  tabung oksigen, namun sebentar saja tidak tahan katanya,” sambung dia.

Kapolsek Batukliang,  Iptu Gede Gisiyasa yang ada di lokasi membenarkan peristiwa naas itu. Dia menceritakan, ini bermula pada saat korban atas nama Amaq Hamidah hendak membersihkan sumur dengan menggunakan alat berupa tangga sepanjang 6 meter untuk turun ke dalam sumur, namun sebelum sampai ke dasar sumur, korban tiba- tiba nyemplung dari tangga dan jatuh kedalam dasar sumur.

Melihat korban, Amaq Hamidah jatuh kedasar sumur, saksi atas nama Muhtar yang bertugas memegang tangga berteriak minta tolong ke warga sekitar, kemudian datang korban atas nama Muhamad Yunus, korban pun langsung masuk dalam sumur untuk memberikan pertolongan kepada korban Amaq Hamidah, akan tetapi korban pertama dan kedua bernasib sama.

Melihat hal itu, saksi semakin panik dan berteriak minta tolong, dan banyak warga berdatangan termasuk korban atas nama Hasrul Sani dan Mustiadi yang langsung ikut masuk ke dalam sumur, secara bergiliran dan juga mengalami hal yang sama, mereka terjatuh dan ke dalam sumur.

Sementara, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kuat dugaan sumur ini telah tercemar, mengingat dimana reaksi yang ditimbulkan  ketika seseorang masuk ke dalam sumur dan tidak ada yang selamat.

 “Bisa saja sumur tersebut telah tercemarnya gas beracun,” kata kapolsek.

Kapolsek mengatakan, untuk itu pihaknya akan menguji sumur tersebut, apakah aman atau tidak. Nanti akan dicoba dengan hewan, bisa saja ayam untuk menguji. “Ini bukan kejadian pertama kali, mengingat sebelumnya telah terjadi di Janapria dan Desa Beber,” jelasnya. (tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dandim Siap Sukseskan Pembangunan Daerah

Read Next

Petugas Pemadam Kebakaran Ancam Mogok Kerja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *