LOBAR—Kejadian unik terjadi selepas Paripurna laporan persetujuan LKPJ Kepala Daerah, Senin (27/4). Untuk pertama kalinya Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini keliling menyambangi satu per satu ruangan Fraksi DPRD Lobar. Momen langka ini cukup membuat dewan kaget. Namun, canda tawa membalut suasana pertemuan pria yang akrab disapa LAZ itu dengan para wakil rakyat tersebut.
Bupati LAZ yang ditanya terkait kedatangannya ke setiap fraksi beralasan bahwa itu bentuk silaturahmi sebagai mitra kerja. Ia menepis anggapan kunjungan itu merupakan agenda politik khusus yang bersifat mendadak atau formalitas belaka.
“Saya silaturahmi, tidak melihat (fisik gedung), tapi menemui anggotanya, bersalam-salaman. Kalau silaturahmi dalam agama itu tidak ada tujuannya (khusus), kapan pun kita bisa,” ujar LAZ kepada awak media.
Kunjungan ini menjadi momen bersejarah lantaran LAZ satu-satunya Bupati Lobar yang turun langsung menemui anggota DPRD di fraksi serta melihat kondisi ruangnya. Namun, LAZ kembali menegaskan tidak ada alasan khusus atau “judul” tertentu di balik kunjungannya tersebut. Melainkan murni menyapa para anggota dewan yang merupakan mitra sejajar pemerintah daerah. Meskipun fokus utama menemui para anggota fraksi, ia tidak memungkiri bahwa kondisi fasilitas kerja bagi para wakil rakyat juga menjadi perhatian pemerintah. Walaupun Bupati menyatakan secara umum gedung wakil rakyat saat ini masih layak untuk digunakan dalam mendukung aktivitas kedewanan. Namun, ia juga memberikan sinyal mengenai rencana pengembangan infrastruktur jika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
“Masih layak dipakai untuk saat ini. Kalau saya bilang tidak layak, nanti langsung minta baru,” candanya di hadapan awak media.
LAZ menekankan rencana pembangunan gedung baru harus dikaji secara mendalam dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Wacana pembangunan gedung baru DPRD memang pernah digulirkan. Bupati menilai infrastruktur pemerintahan, termasuk gedung DPRD, idealnya harus representatif dan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi. Namun, ia menegaskan bahwa segala rencana tersebut masih bersifat wacana yang perlu melihat realitas anggaran daerah.
“Nanti kita lihat kemampuan fiskal. Memang rencana kita itu (pembangunan), ya harus representatif, bagus, karena gedung DPR ini menerima aspirasi dari masyarakat,” jelas Bupati.
Terkait dengan isu yang beredar bahwa pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2027, LAZ secara langsung mengklarifikasi bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi mengenai tahun pelaksanaan tersebut. Segala keputusan mengenai proyek besar akan dikonsultasikan dan dibahas bersama dengan badan legislatif secara serius.
“Katanya siapa? Saya bupati aja belum pernah ngomong,” ucapnya.
Disinggung soal isu agenda politik dari kunjungan itu, LAZ menepisnya. Ia mengatakan sengaja mengunjungi semua ruangan fraksi tanpa terkecuali untuk menghindari tafsir politik tersebut.
“Semua fraksi saya masukin,” ujarnya.
Penutupan kunjungan tersebut diakhiri dengan harapan bahwa sinergi yang terbangun antara eksekutif dan legislatif akan terus menghasilkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada rakyat, melalui kerja keras yang nyata dan transparan.
“Kita bekerja dengan DPR tidak pernah tidak serius, selalu hasilnya output-nya itu jelas. Makanya kerja serius,” pungkasnya. (win)