Lotim Tidak Semua Sekolah Belajar Online

F Ahmad Dewanto Hadi

FENDI/RADARMANDALIKA.ID Ahmad Dewanto Hadi

LOTIM- Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melalaui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menekankan perlunya capaian belajar siswa di tengah pandemi covid- 19. Capaian belajar tersebut harus dicapai minimal pada tingkat pemahaman dasar siswa. Hal ini dilakukan dengan berbagai program belajar yang dilakukan oleh sekolah. Secara zona Lotim termasuk pada zona orange yang berimplikasi pada belum dimungkinkannya belajar tatap muka di sekolah.

 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim, Ahmad Dewanto Hadi mengatakan, untuk mencapai target belajar siswa ada berbagai alternatife yang disarankan dari Pemerintah Lombok Timur, seperti belajar daring (online) melalui aplikasi tertentu dan luring (offline) menggunakan aplikasi whatsapp dan kunjungan kelompok belajar yang dilakukan oleh guru.

Dalam penerapanya, pemerintah mengaku tidak semua sekolah dapat melakukan proses pembelajaran dengan proses daring (online), pembelajaran online hanya dapat dilakukan oleh sekolah yang berada dekat dengan ibu kota kecamatan dan sekolah yang berada di pusat kabupaten seperti daerah Selong dan sekitarnya.

 Sedangkan di daerah pinggiran proses pembelajaran menggunakan alternatife offline, seperti belajar dengan sistem kelompok yang dikujungi oleh guru kemudian penugasaan melalui whatsaap.

 “Sebagaian besar memang tidak bisa daring, daring hanya dilakukan di sekitar ibu kota kecamatan, kemudian di Selong. Kalau yang di pinggiran ada yang menggunakan watsahap kemudia kunjungan guru kekelompok kecil anak- anak kita yang berdekatan,” ungkapnya, Kamis kemarin.

Tidak hanya itu, permasalahan belajar online juga dipicu oleh beberapa faktor seperti, kemampuan sinyal tidak merata di seluruh wilayah Lombok Timur dan juga ketidak mampuan orang tua siswa untuk menyediakan fasilitas belajar daring seperti, Hp androit dan kuota internet.

“Tidak semuanya bisa daring, pertama karena kemampuan sinyal kita tidak merata di seluruh wilayah, kemudian yang kedua, keluarga tidak semuanya bisa menyiapkan minimal HP android,” katanya.

Ditambahkan dia, Pemkab juga memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan di masing- masing wilayah untuk menggunakan metode belajar mengajar yang memungkinkan untuk dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki oleh satuan pedidikan itu sendiri.

Pihaknya juga mengimbau untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, cuci tangan, menggunakan masker, menggunakan anti septic dalam pelaksanaan belajar mengajar terutama belajar luring (offline).

Dengan melakukan aktivitas yang mengacu pada protokol kesehatan, diharapkan kedepannya pandemi covid- 19 ini segera membaik, sehingga pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. “Pandemic covid 19 ini segera membaik,” harapnya.(cr-ndi)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ziadi Tanggapi Santai

Read Next

GMM Minta Bupati Lotim Tegas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *