Konsumen Ngeluh, FIF Lobar Diduga Lakukan Pungli

FIF

IST/RADAR MANDALIKA DEMO: Massa dari LSM Laskar NTB saat aksi di depan kantor FIF Cabang Lobar, Selasa kemarin.

LOBAR-Perusahaan federal international finance (FIF) Cabang Lombok Barat (Lobar) didemo warga. Mereka tergabung dalam LSM Laskar NTB, Selasa kemarin di depan kantor FIF setempat. Dugaan pungutan liar (Pungli) dilakukan oknum petugas FIF kepada konsumen. Selain itu, penitipan BPKB juga dibayar denda. Dan yang paling disesalkan pendemo, masih marak terjadi pencabutan sepeda motor atau yunit di jalan raya dan ini sangat meresahkan konsumen.
“Ini dasar kami turun hearing, banyak aduan masyarakat Lombok Barat kami terima,” ungkap Ketua DPD Lombok Barat Laskar NTB, Nujun Hayuri dalam orasinya.
Dari kasus terjadi menurutnya tentu sikap dari FIF sangat merugikan konsumen. Parahnya juga, kontrak yang ada di konsumen tidak diberikan dan tidak dibacakan kontrak ketika pencabutan tidak sesuai dengan prosedur hukum di dalam hukum Pidusia.
“Kan sudah diatur pencabutan pengambilan kendaraan secara paksa itu tidak ada,” katanya.
Selain itu, dijelaskan juga bahwa melalui mekanisme melalui kejaksaan maupun pengadilan dan FIF ini ada modus pungli, modus pungliitu tidak ada kontrak di dalam kontrak bahwa ada namanya penitipan BPKB.
“Seharusnya konsumen melunasi BPKB di keluarkan, tapi ini ditahan selama berhari-hari sampe berminggu minggu dan penitipan itu yang dibayar oleh komsumen itu permasalahannya, ini namanya pengusaha kapitali pengusaha berdasi,” tudingnya.
Untuk itu, Laskar NTB meminta dengan keras pihak FIFLobar untuk tidak melakukan pencabutan paksa terhadap konsumen di jalan.
“Kita tidak mau pelibatan orang ketiga itu selama ada pelibatan orang ketiga ini tentu sistem premanisme, pencabutan di jalan akan trus terjadi oleh karna itu harus ada formulasi baru jadi tekanannya,” sambung Sekjen Laskar NTB, Ikrok Hapiddin.
Sampai berita ini diturunkan, pihak FIF belum bisa dikonfirmasi.(r1)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sepakat, NW Pancor jadi NWDI, Anjani Tetap NW

Read Next

Satu CTKI Asal Lombok Ditemukan Terlantar di Bekasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *