Sepakat, NW Pancor jadi NWDI, Anjani Tetap NW

F PBNW

IST/RADAR MANDALIKA KOMPAK: Masing petinggi PBNW Anjani dan PBNWDI menunjukkan salam komando ala covid-19, Selasa kemarin.

MATARAM – Polemik panjang dua organisasi terbesar di NTB yakni, Nahdlatul Wathan (NW) versi NW Pancor dan NW Anjani final berdamai. Sejarah tahun 2021, dua cucu Pahlawan Nasional baikan pascaperjalanan panjang.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang hadir di lokasi acara mengatakan, Kemenkumham RI sengaja datang ke Lombok NTB untuk mendamaikan kedua belah pihak mengingat, NW merupakan organisasi terbesar di NTB dengan cabangnya sudah tersebar di beberapa provinsi.

“Kami menginginkan keduanya islah untuk kepentingan umat dan kondusifitas wilayah khususnya NTB, sehingga Kemenkumham bersama kami (Danrem 162/WB dan Kapolda NTB) mendatangi kedua tokoh NW di kediamannya hingga pagi (hari ini, red),” terangnya.

Kehadirannya di kediaman petinggi kedua tokoh NW tersebut menurutnya, disambut baik dengan tangan buka dan lapang dada walaupun ada beberapa draf yang sudah disiapkan sebelumnya harus dilakukan perubahan, namun keduanya sepakat untuk melakukan pertemuan hari ini.
“Sesuai kesepakatan antara kami dengan kedua tokoh NW tersebut di tempat yang berbeda, sepakat untuk mengadakan pertemuan, dan hari ini mereka sudah menandatangani nota kesepakatan bersama di Mataram yang disaksikan langsung Dirjen Administrasi Hukum Kemenkumham, para stakeholder NTB, baik pimpinan TNI Polri, dan Kejati NTB,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dalam nota kesepakatan bersama tersebut, terdapat tujuh point kesepakatan salah satunya mengenai penggunaan lambang NW.“RTGB. KH. Lalu Gede Muhammad Zainudin Atsani yang bertindak sebagai Pengurus Besar NW selaku pihak pertama menggunakan lambang NW sesuai dengan sertifikat merk nomor pendaftaran IDM000588697 dan lambang bendera sesuai dengan sertifikat merk nomor pendaftaran IDM000589043, sedangkan pihak kedua TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majdi menggunakan lambang yang berbeda,” papar Danrem 162/WB, Selasa (23/3/2021).

Selain itu, sambungnya, kedua belah pihak juga sepakat akan selalu menjaga hubungan baik, saling menghormati dan mengakui legalitas dan keabsahan masing-masing dalam membangun, meningkatkan, mengasuh dan mengembangkan kerjasama sebagai pengurus besar organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam mewujudkan cita-cita TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid pendiri organisasi perkumpulan NW.

“Ini yang patut kita apresiasi, nilai-nilai keagamaan dan jiwa besar para pihak sehingga semuanya bisa berdamai dengan baik tanpa harus ada yang merasa kalah ataupun menang,” ujar Rizal Ramdhani.

“Mari kita hormati dan laksanakan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama dan ditandatangani sehingga perkembangan NW kedepan lebih maju dan lebih baik dari sebelumnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) menerbitkan SK kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) hasil Muktamar XIV di Mataram tahun 2019 yang sah atas perkumpulan Nahdlatul Wathan berdasarkan Keputusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agug dengan SK nomor AHU 0001269.AH.0108 Tahun 2020, tertanggal 30 November 2020.

Sedangkan, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majdi menjelaskan, NWDI dan NW keduanya memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syekh. Keduanya mengakui keabsahan dan legalitas satu sama lain.

“Saling menghormati, menghindarkan silang sengketa dan perselisihan. InsyaAlloh bergandengan tangan untuk kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa,” ungkapnya.

Ditambahkan, Wakil Sekjen PBNW, Syamsul Rizal mengamini hasil pertemuan tersebut. Pihak Pancor menggunakan nama NWDI, sedangkan Anjani tetap NW.

“Lambang dan logo juga berbeda. Tapi intinya sama-sama melanjutkan perjuangan Maulanasyekh,” ucapnya dikonfirmasi media terpisah.

Tak hanya soal simbol dan nama organisasi, Rizal juga membenarkan adanya kesepakatan terkait nilai-nilai yang diperjuangkan. Kedua belah pihak bersepakat melanjutkan apa yang diwariskan pendiri organisasi ini.

Dalam laman akun Facebook Barisan Hizbullah Nahdlatul Wathan Quotes disebutkan hasil Mediasi yang difasilitasi Kemenkumham itu Syaikhuna Raden Tuan Guru Bajang KH Muhammad Zainuddin Al Tsani Melanjutkan Nahdlatul Wathan Maulanassyaikh Tgkh Zainuddin AbdulMajid yang didirikan tahun 1953 dan TGB Muhammad Zainul Majdi mendirikan Perkumpulan baru dengan nama NWDI tahun 2021. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Alhamdulillah, JK Pastikan Terawih Bisa di Masjid

Read Next

Konsumen Ngeluh, FIF Lobar Diduga Lakukan Pungli

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *