Komisi I Sidak Dukcapil Lobar

  • Bagikan
SIDAK A
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GROUP TURUN: Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah bersama Komisi I DPRD Lobar saat melihat suasana ruang pelayanan Dukcapil Lobar, kemarin.

LOBAR– Komisi I DPRD Lombok Barat (Lobar) mendatangi kantor pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lobar, kemarin. Sejumlah anggota dewan itu ingin mengetahui langsung kendala yang dialami oleh pihak Dukcapil Lobar. Menyusul banyaknya keluhan akan pelayanan Dukcapil yang diterima pihak dewan.

Dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Lobar, rombongan diterima langsung oleh Kapala Dinas Dukcapil Lobar. Bahkan turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah yang melihat langsung kondisi pelayanan administrasi kependudukannya. Tidak hanya itu, para anggota dewan itu menyerap aspirasi dari masyarakat dan petugas Dukcapil.

Dari dialog yang dilakukan pihak Dukcapil dengan anggota dewan, diketahui beberapa kendala yang dialami. Mulai dari keterbatasan perangkat dan alat perekam, hingga kurangnya anggaran untuk pembuatan UPT.

Ketua DPRD Lobar, Hj. Nurhidayah heran mengapa Pemkab tidak menganggarkan untuk penambahan alat tersebut.

“Karena yang menjadi kendala di sini peralatan kurang, selama ini. Yang dibutuhkan alat rekam dan cetak, padahal nilainya tidak seberapa,” katanya heran.

Selain itu Nurhidayah menilai ruangan pelayanan para petugas jauh dari kata nyaman. Bagaimana tidak di satu ruangan itu saling bedekatan dan tidak ada pendingin ruangan. Sehingga begitu panas.

“Kalau yang memberikan pelayanan nyaman pasti akan melayani dengan bagus lagi,” bebernya.

Tak bisa dipungkiri dengan keterbatasan itu membuat masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan terkadang kecewa. Apalagi dengan tidak bisa dilayani pada hari itu. Padahal tidak sedikit warga datang dari wilayah utara maupun selatan Lobar hanya untuk mengurus dokumen.

Melihat kondisi itu, Nurhidayah menilai rencana UPT Dukcapil di tiga kecamatan sengat dibutuhkan. Pihaknya berjanji akan mengawal pembangunan UPT itu pada APBD Perubahan mendatang.

“Mungkin bertahap, di APBD Perubahan kita bangunkan satu UPT dulu di kawasan Batulayar untuk wilayah Gunungsari dan Batulayar. Kemudian Narmada Lingsar 1 UPTD, terus lanjut Lembar Sekotong 1,” jelasnya.

Diakuinya alasan mengapa pihaknya tidak menganggarkan pada 2020 ini karena pihak Dukcapil meminta adanya mobil pelayanan keliling. Selain itu beberapa anggota DPRD Lobar sengaja menyisikan sebagian pokirnya untuk pembelian alat pendingin ruangan bagi petugas Dukcapil.

“Kita sudah komitmen dengan Komisi I akan membackup (pelayanan Dukcapil). Agar tidak adalagi keluhan, karena ini pelayanan paling vital,” ucapnya.

Tak hanya itu pada 2020 ini sudah dipastikan pembangunan gedung pelayanan bagi Dukcapil Lobar.

Kepala Dukcapil Lobar, H Muridun juga menyampaikan “curhat” kepada kalangan dewan yang sidak ke kantornya. Curhat tersebut menyangkut, alat rekam dan cetak e-KTP yang masih jauh kurang dibandingkan dengan populasi penduduk yang harus dilayani. Pihaknya pun memohon bantuan pengawalan penambahan pengadaan peralatan tersebut kepada Komisi I. Saat ini kondisi peralatan rekam sebanyak dua unit, itupun satu unit di kantor dan satu lagi dipakai pelayanan keliling desa. Sedangkan alat cetak hanya satu unit. Sementara masyarakat yang datang untuk dilayani mencapai 300-400 orang sehari, sedangkan satu alat rekam hanya mampu melayani 100 orang.

“Idealnya peralatan cetak dan rekam itu masing-masing 10 unit, jadi 20 unit. Ini yang kami mohon bantuan ke dewan. Ya kami curhat, laporkan ke Komisi I kondisi kita di Dukcapil ini,” ujar dia.

Menurutnya, idealnya alat rekam dan cetak masing-masing 10 unit dengan kondisi populasi penduduk saat ini. Dimana 10 alat ini akan ditempatkan di Kantor Dukcapil dan masing-masing  kecamatan. Pihaknya sendiri sudah mengusulkan tambahan 10 alat rekam, namun tidak diberikan. Ia sendiri tidak tahu kenapa tidak diberikan oleh TAPD. “Kalau dua alat ini rusak maka wassalam (tidak bisa melayani masyarakat),” tandasnya. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *