Kerbau Mati Mendadak di Kuta Bertambah jadi 18 Ekor

IMG 20210910 WA0036

FOTO DIKI WAHYUDI/RADAR MANDALIKA SAMPEL: Petugas dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB saat mengambil sampel darah dari seekor kerbau milik warga di Kuta, Kecamatan Pujut, Jumat padi tadi.

PRAYA – Kerbau yang mati mendadak di sekitar proyek pembangunan sirkuit Mandalika di Dusun Ketapang Desa Kuta, Kecamatan Pujut terus bertambah. Bahkan saat ini sudah ada 18 ekor yang mati mendadak.
“Dari Hari Rabu ada yang mati, Kamis ada juga dan tidak malam. Kalau totalnya 18 ekor sama anaknya masih kecil,” ungkap pemilik kerbau, Lalu Nure yang ditemui di Kuta, Jumat tadi pagi.
Dari pengakuan pemilik, ada juga kerbau miliknya yang berhasil disembelih. Sementara kerbau yang masih kecil, terpaksa dikubur. Diakuinya, sebelum mati dari mulut kerbau miliknya mengeluarkan busa warna putih.
“Saya tidak tau kenapa bias mati begini, setiap hari ada saja yang mati,” katanya.

Sementara itu, tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB langsung turun Jumat pagi tadi ke Dusun Ketapang Desa Kuta. Mereka turun dalam rangka mengambil sampel darah dari masing hewan milik Lalu Nure.
“Ada tiga ekor tempat kami ambil sampel, awalnya kami mau ambil semua Cuma sulit komunikasi dengan pemilik,” ungkap Dokter Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Muslih.

Dokter ini mengaku, pihaknya turun ke lokasi karena memang dari kemarin ada masuk laporan. Kepala dinas pun tadi pagi memerintahkan untuk turun langsung. “Jadi sampel yang ada ini kami akan bawa ke lab dan menunggu hasilnya keluar. Pemeriksaan lab juga adanya di Bali,” bebernya.
Diakuinya, menurut laporan ada 15 ekor kerbau yang mati namun tidak mati secara bersamaan. Ada juga yang berhasil diberikan anti biotik. “Kalau dibiarkan bahaya karena bias menjangkit kerbau yang lain. Apalagi ini satu kandang,” katanya.
Dari kejadian ini, dokter menduga sementara bahwa kerbau yang mati mendadak terkena penyakit ngorok atau septicaemia Epizootika (SE). Penyakit menular ini hanya bisa menular kepada dua hewan yakni, sapi dan kerbau.”Kalau keracunan disebabkan limbah mungkin belum mengarah ke sana ya, karena kami bicara berdasarkan gejala kami lihat. Kata pemilik juga kerbau ini minum air sumur bor selama ini,” jelasnya.
Untuk sementara, pihaknya akan menyampaikan apa penyebab kerbau ini mati mendadak nanti setelah ada keluar hasil lab.”Paling tidak Senin pagi atau siang,” katanya tegas.(red)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Demokrat Pertanyaan Langkah Pemutusan Kontrak GTI

Read Next

Kerbau Mati Mendadak Bertambah, Peternak di Sekitar Sirkuit Cemas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *