Hasil Survei, Mohan-Mujib Tertinggi

F AA Taqiuddin

MATARAM – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020, H Mohan Roliskana – H Mujiburrahman (Mohan-Mujub) sumringah. Pasalnya, berdasarkan hasil survei Laboratorium Sosiologi (LabSosio) Universitas Mataram (Unram) menempatkan popularitas dan elektabilitas bapaslon tersebut tetinggi diantara bapalson yang lain.

Adapun hasil survei LabSosio Unram pada Pilkada Kota Mataram 2020 yang dilakukan pada 12-26 Juni. Bahwa, popularitas dan elektabilitas Mohan-Mujib sebesar 53,1 persen, Hj Putu Selly Andayani – TGH Abdul Manan (Salaman) 19,2 persen, HL Makmur Said – H Badruttamam Ahda (Makmur-Ahda) 10,8 persen. Kemudian H Baihaqi – Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) hanya 4,8 persen.

Dalam malakukan survei, LabSosio Unram menggunakan teknis atau metodologi dengan menggunakan google form. Yang disebar luaskan secara online melalui WhatsApp Grup (WAG). Yang kemudian diisi oleh para responden. Metodologi ini mengandung beberapa kelemahan. Hal itu diakui salah seorang Tim Survei LabSosio Unram, Moh Taqiuddin.

“Wajar diragukan karena kami tidak menerapkan metodologi yang ketat dalam hal pemilihan dan penetapan responden,” ungkap dia kepada Radar Mandalika, via WhatsApp, pekan kemarin.

Dia menyebutkan kelemahan survei dengan menggunakan google form yang disebar lewat WAG. Antara lain; pihaknya tidak bisa mengontrol secara ketat google form yang tersebar. Sehingga, tidak menutup kemungkinan ada peluang responden yang mengisi jawaban/form lebih dari satu kali. Selain itu, orang dari luar Kota Mataram juga bisa saja mengisi jawaban dengan alamat Kota Mataram.

“Kami hanya menyebarkan google form melalui WA,” ujar pria asal Dewa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) itu.

Namun begitu kata Taqiuddin, dalam survei bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020 yang digelar mulai dari 12-26 Juni lalu, bahwa semua responden yang masuk mengisi dengan alamat Kota Mataram. “Memang jawaban yg masuk, responden mengisi alamat wilayah Kota Mataram,” ungkpa dia.

Disebutkan, bahwa jumlah responden yang masuk ada 671 responden. Namun, pihaknya kembali mengacak data tersebut. Untuk cleaning data. Sehingga, hanya 480 form responden yang diolah dari 671 responden. Diakui Taqiuddin, cleaning data itulah menjadi penanda salah satu kelemahan survei dengan google form yang disebar lewat WAG.

Yang jelas sebut dia, survei yang dilakukan pihaknya guna melihat sejauhmana respons publik terhadap bapaslon yang ada di Pilkada Kota Mataram 2020. Juga bisa melihat tingkat kemasifan gerakan para pendukung atau tim sukses (timses) masing-masing bakal calon dalam mengkampanyekan jagoan masing-masing. Paling tidak, dengan menyebarkan google form ke jejaring masing-masing.

“Popularitas dan elektabilitas para balon. Dengan penyebaran quesioner google form melalui WAG yang diharapkan bisa menyebar secara cepat di kalangan pengguna WA,” terang Taqiuddin.

Kalau merujuk dari hasil survei LabSosio Unram, rupanya gerakan dari pendukung atau timses Mohan-Mohan paling masif di media sosial. Jika merujuk pada tingkat popularitas dan elektabilitas Mohan-Mujib dengan angka 53,2 persen. Sementara, bapaslin lain masih di bawah 20 persen. 

“Dari popularitas dan elektabilitas yang dianalisis dari respons pengguna WA, kita juga bisa melihat bagaimana gerak para pendukung atau mungkin timses menyebarkannya lagi secara cepat,” terang Taqiuddin.

Keterbatasan atau kelemahan dari survei google form ini menjadi catatan dan sekaligus bahan evaluasi Tim Survei LabSosio Unram. Namun paling tidak, ujar Taqiuddin, dari surve yang dilakukan pihaknya ingin menitip pesan kepada semua pasangan beserta timses masing-masing untuk bersiap-siap menghadapi kompetisi dalam situasi “New Normal”. Dengan segala konsekuensi dan implikasinya.

“Setidaknya, hasil survei ini bisa menghangatkan kembali gairih publik terhadap wacana Pilkada di tengah pandemi global Covid-19,” ungkap dia.

Lebih lanjut, apakah ada rencana Tim Survei LabSosio Unram untuk kembali melakukan surve dengan cara sensu atau terjun langsung menemui responden? Taqiuddin menjawab akan ada. “Untuk survey tatap muka langsung belum memungkinkan untuk dilakukan saat ini,” cetus dia. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

TGH Fadli “Bersumpah” Dukung Pathul-Nursiah

Read Next

PAW, Samsul Arizal Gantikan Sadrah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *