Harga Kedelai Meroket

Pedagang

RAZAK/RADAR MANDALIKA MENJERIT: Tahu milik seorang pedagang masih banyak belum laku terjual di Pasar Mandalika Kota Mataram, kemarin (9/02).

MATARAM – Harga kedelai belum terkendali. Bukannya kembali normal, harga justru semakin meroket. Kini, harga kedelai impor sudah menembus angka Rp 10 ribu per kilogram. Dampak harga kedelai yang melejit telah memukul pengusaha tahu tempe di Kota Mataram.

“Harga sebelumnya kan Rp 9.150 sampai Rp 9.300 per kilogram. Sekarang sudah mau sampai Rp 10 ribu per kilo,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) pada Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Sri Wahyunida, kepada Radar Mandalika, kemarin (9/02).

Pihaknya sudah mengunjungi gudang distributor, Senin (8/02). Lokasi yang dikunjungi di empat gudang distributor. Masing-masing dua lokasi di Ampenan, Mandalika, Sweta, dan di Negarasakah. Alhasil, persediaan stok kedelai impor cukup banyak. “Kalau stoknya sangat-sangat aman,” terang Nida.

Stok kedelai impor di gudang distributor yang ada di Negarasakah mencapai 200 ton. Kemudian di dua gudang distributor di Ampenan mencapai 40 ton. Dikatakan Nida, bahkan kemarin kedelai impor kembali masuk di salah satu gudang distributor di Ampenan. “Hari ini (kemarin) datang yang di Ampenan ada sekitar 180 ton,” terang dia.

Semua kedelai yang ada di gudang distributor yang dikunjungi Disdag Kota Mataram adalah kedelai impor dari Amerika. Distributor mendistribusikan kedelai hingga ke luar Kota Mataram. Pendistribusian kedelai mencapai puluhan ton dalam sehari.

“Dari Lombok Timur banyak yang ngambil. Keluar sehari itu sampai 20 ton baik distributor di Ampenan maupun di Negarasakah. Bahkan sampai ke Sumbawa,” beber Nida.

Meljitnya harga kedelai impor disebutnya tidak hanya di Kota Mataram. Melainkan fenomena tingginya harga kedelai ini terjadi secara nasional. “Makanya kita tidak bisa melakukan penekanan harga dan segala macam. Harga kedelai impor inikan se Indonesia,” terang Nida.

Dia kembali menegaskan, persediaan stok kedelai memang masih aman. Namun dari sisi harga justru semakin naik. Menurut Nida, penyebab melejitnya harga kedelai impor karena gagal panen di Amerika. Di satu sisi, permintaan kedelai impor Amerika cukup banyak. Terutaram dari negara China.

“Kalau dari keterangan distributornya karena China memesan kedelai Amerika dua kali lipat dari biasanya. Terus kedua masalah kondisi iklim, sehingga hasil panen di Amerika sedikit. Terus apalagi di tengah pandemi sekarang,” beber dia.

Terpiah, seorang pedagang tahu di Pasar Mandalika Kota Mataram, mengaku terpukul dengan harga kedelai tinggi. Karena harganya terus melejit. Kemarin hingga pukul 13.45 wita, tahu yang dijualnya pun terlihat masih banyak belum laku terjual.

“Kasian seperti kita ini yang setiap hari menjual tahu. Seriok bae (lihat saja) masih penok (tahu belum laku terjual),” cetus perempuan yang engan namanya dikorankan sambil menunjuk tahunya yang belum laku terjual. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penanganan Longsor jadi Prioritas

Read Next

Kadistanbun NTB jadi Tersangka Pengadaan Benih Jagung 2017

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *