Harga Gula Pasir dan Telur Masih Bergejolak

Harga Bapok

RAZAK/RADAR MANDALIKA GROUP PASAR RAKYAT: Seorang warga membeli jenis gula pasir Dompu di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Mataram, kemarin.

MATARAM – Harga gula pasir dan telur di wilayah Kota Mataram masih mengalami lonjakan. Padahal, pemerintah pusat telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada para distributor lewat pemerintah daerah (Pemda) supaya harga jual dikembalikan ke harga normal. Namun, harga jual di pasaran masih lebih tinggi dari harga standar yang ditetapkan pemerintah.

Kepala Bidang Pengendalian Harga Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida, tidak menampik harga eceran gula pasir dan telur belum stabil alias mengalami lonjakan harga. Karena, harga gula pasir di tingkat distributor masih di angka Rp 13 ribu sampai Rp 14 ribu per kilogram. Sehingga, pedagang menjual harga eceran di atas harga standar yang telah ditetapkan pemerintah yaitu Rp 12 ribu per kilogram.

“Saya merasa bertanggungjawab juga ya. Katanya (distributor) dalam satu bulan ini harga akan berangsur-angsur turun,” ujar dia saat mengunjungi lokasi pasar rakyat di Kantor Kelurahan Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sekarbela, kemarin.

Sri belum bisa memastikan kenapa harga gula pasir masih mengalami lonjakan harga di pasar. Apakah gula pasir yang dijual distributor memang stok lama dengan harga tinggi beberapa waktu lalu. Ataukah stok gula pasir yang baru hasil produksi di Dompu, NTB, belum didistribusikan ke pasar. 

Sementara kata dia, Dinas Perdagangan Provinsi NTB telah mendistribusikan surat edaran kepada distributor untuk mengembalikan harga normal dengan harga jual sesuai standar pemerintah. “Ini nanti kita tindaklanjuti. Karena provinsi yang mengirim surat itu, saya harus menindaklanjuti. Nanti kita koordinasi dengan pihak provinsi, kapan kita menindaklanjuti,” kata dia.

Sebut Sri, jangan hanya sekedar mengirim surat edaran kepada distributor. Yang terpenting bagaimana menindaklanjuti surat yang sudah dikirim ke distributor tersebut. Karena, harga gula pasir masih mengalami lonjakan. Seperti di pasar induk harganya masih di atas angka Rp 13 ribu per kilogram. “Kalau di Mandalika sementara saya lihat tadi Rp 14 ribu. Tetapi di pasar rakyat ada yang Rp 13 ribu,” sebut dia.

Apakah ada indikasi penimbunan barang? Sri belum bisa memastikam, karena belum melakukan kunjungan atau observasi di tingkat distributor. Nanti pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak provinsi untuk menindaklanjuti surat edaran yang sudah dikirim ke distributor. Karena, dikhawatirkan gula pasir yang beredar di pasaran adalah stok lama yang dibeli dengan harga tinggi.

“Apakah surat edaran dengan harga eceran tertinggi (HET), sudah ditindaklanjuti nggak oleh distributor yang bersangkutan. Rencananya selesai pasar rakyat ini kita akan lakukan koordinasi dengan provinsi,” tutur dia.

Seorang pedagang di pasar rakyat mengaku bahwa harga gula pasir masih mengalami lonjakan harga. Harga di tingkat pasaran belum normal dan tidak menentu. Kadang harganya tinggi dan terkadang normal. Dia menjual gula pasir Dompu/Tambora dengan harga Rp 13 ribu per kilogram. “Harga ini terkadang tidak menentu. Semua pada naik,” sebut perempuan yang enggan dikorankan namanya itu.

Sementara untuk telur, harga telur di pasaran paling tinggi Rp 46 ribu per tray. Untuk harga terendah di posisi Rp 40 ribu per tray. Dimana, untuk harga telur berukuran kecil yaitu Rp 40 ribu, telur tanggung seharga Rp 43 ribu, dan telur berukuran besar dengan harga sekitar Rp 46 ribu. Sebelumnya, harga normal telur berkisar Rp 38 ribu per tray.

“Saya pribadi kayaknya harga telur ada kenaikan. Kalau di Pasar Mandalika ecerannya masih Rp 1.400 per butir,” kata dia.

Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Mataram, H Faturrahman mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram. Kemudian rapat koordinasi dengan pihak TPID Provinsi NTB untuk membahas masalah lonjakan beberapa harga bapok. Keluh kesah hasil rapat TIPD Kota Mataram, sudah disampaikannya ke pihak provinsi untuk dapat mengambil langkah atau kebijakan. “Kan kebijakan yang sifatnya strategis ada di provinsi. Dia yang menaungi beberapa wilayah,” sebut mantan Lurah Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela itu. (zak)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Nantang di FB, Maling Motor Diciduk di Sumbawa

Read Next

Diyah-Baihaqi Akan Diusung Parpol Poros Biru

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *