Golkar NTB Menunggu Nahkoda Baru

f musda

MATARAM – Terbitnya surat instruksi DPP Golkar untuk melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) nomor: SI.2/GOLKAR/VII/2020 tentang instruksi merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan Musda partai Golkar pada tingkat provinsi dibenarkan Sekretaris DPD I Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda.

“Kita akan tindaklanjuti,” kata Isvie saat dikonfirmasi, kemarin.

Dalam surat DPP yang ditandatangani Ketum, Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F. Paulus tertanggal 1 Juli 2020 itu, disebutkan Musda harus dilaksanakan paling telat 31 Juli ini. Semua daerah yang sudah waktunya melaksanakan Musda Ketua DPD I Golkar harus sudah ada.

“Kita akan rapatkan Rabu ini,” kata Isvie.

Musda Golkar yang ditunda berkali kali itu akan direbut oleh sejumlah politisi senior di NTB. Sebagai partai pemenang di NTB kursi DPD I menjadi incaran. Setidaknya ada nama yang dimunculkan ikut berebut kursi. Ada Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT atau petahana, Walikota Mataram, Ahyar Abduh dan juga anggota DPR RI Dapil NTB II Pulau Lombok, Sari Yuliati yang juga Koordinator Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu (BAPPILU) DPP Partai Golkar.

Terhadap hal itu, Isvie tidak mau bicara panjang lebar. Katanya, politik itu dinamis sewaktu waktu peta bisa berubah termasuk ada perkembangan yang juga akan muncul dikemudian hari. Ketua DPRD NTB itu mengatakan, dia masih belum bisa prediksi siapa yang kuat dan siapa yang disekat.

“Saya belum bisa prediksi. Politik itu dinamis. Hari demi hari pasti ada perkembangan (perubahan),” paparnya.

“Nanti kita lihat perkembangan hari hari ini dan kedepannya,” sambung dia.

Bagaimana dengan calon di Pilkada tujuh kabupaten/kota? Isvie menegaskan, Musda tidak akan mempengaruhi calon yang telah diusulkan namanya ke DPP oleh DPD I Golkar NTB. Mekanisme Golkar jelas bahwa DPP akan memutuskan nama nama yang disusulkan oleh DPD I meski nanti akan dilihat dari hasil survei juga.

“Mekanisme Golkar jelas. Tidak ada hubungannya anatara Musda dengan Pilkada,” tegas Isvie.

Saat ini, partai pohon beringin itu tengah melangsungkan survei elektabilitas dan popularitas nama nama yang diusulkan ke DPP. Malah dari tujuh kabupaten kota sudah ada tiga yang telah jelas hasil surveynya, sehingga calon tersebut merupakan usungan Golkar langsung seperti, Kabupaten Sumbawa Barat Musyafirin-Fud Syaifuddin. Sedangkan di Kabupaten Bima, Golkar akan kembali mengusung pasangan petahana, Indah Damayanti Putri (IDP)-Dahlan dan untuk Kota Mataram pasangan Mohan Roliskana-TGH. Mujiburrahman (Mohan-Mujib). Empat daerah lainnya hasil survei belum keluar yaitu, Lombok Tengah, KLU, Sumbawa dan Dompu. Adapun nama-nama yang diusulkan di empat daerah itu, untuk Pilkada Loteng, Golkar menetapkan pasangan Pathul Bahri berpasangan dengan Nursiah. Kemudian di Dompu pasangan Saifurrahman-Ika Rizky Veryani (Chika). Kemudian khusus di KLU, Golkar mengusulkan dua pasangan yakni Djohan Sjamsu-Dani dan pasangan Najmul-Suardi dan di Kabupaten Sumbawa, Golkar mengusulkan pasangan H. Mahmud Abdullah-Dewi Noviani (Mo-Novi).

“Akhir dari kebijakan ada di pusat semua,” ucap Isvie.

Empat daerah yang belum keluar hasil survei itu dipastikan Isvie, DPP tidak akan meng-SK kan dari nama yang diusulkan itu. Terkecuali di daerah yang diusulkan dua pasangan pasti akan dipilih satu Paslon saja.

“Kemungkinan bergeser tidak. Tetapi tinggal tunggu hasil survey saja,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Cerita Duda Anak Satu yang Berhasil Menikahi Wanita Berparas Cantik Asal Lotim

Read Next

Deadline Rekrutmen Nakes MotoGP Mepet

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *