Balon Bupati dari Golkar Gelisah

F dr Kadri

MATARAM – Partai Golongan Karya (Golkar) akan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) paling telat 31 Juli 2020. Diperkirakan pasca Musda peta politik di tujuh kabupaten kota akan berubah. Ini akan membuat para balon bupati atau walikota gelisah.

Sementara, bakal calon yang diusulkan Golkar ke DPP saat ini bisa saja berubah bilamana ketua terpilih nanti tidak menghendaki terutama jika ketua terpilih itu di luar H Moh. Suhaili FT.

“Semua bisa terjadi mengingat beberapa SK bacalon kada belum dikeluarkan oleh partai Golkar dan parpol lainnya,” ungkap pengamat politik, Kadri di Mataram, kemarin.

Belum lama ini juga, Ketua Harian DPD I Golkar NTB, Misbach Mulyadi membeberkan hasil rapat virtual dengan DPP bersama 10 DPD II. Sementara bakal calon yang diusulkan sebelumnya masih di bawah kendali H Moh. Suhaili FT.

“Sehingga tergantung siapa DPD I yang terpilih,” kata Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram itu.

Opsi lain yang kemungkinan bisa muncul yaitu, win win soluition. Kadri mencontohkan ketika Ketua DPD I Golkar NTB yang sekarang tidak diinginkan lagi oleh DPP tetapi hadiahnya  usulanny bacalon kada yang diajukan itu bisa diakomodir. Artinya ketua DPD yang baru harus legowo dengan kondisi itu.

“Alias ketua Golkar yag baru tidak bisa lagi usul yang baru,” katanya.

Namun demikian, Politik itu dinamis. Kondis berubah bisa terjadi bisa juga tidak. Kadri malah melihat potensi perubahan bisa terjadi tidak hanya untuk calon kada termasuk jabatan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yaitu ketua fraksi, ketua komisi termasuk pimpinan DPRD NTB sendiri.

“Kalau (perubahan) yang ini biasanya ikutan hasil Musda,” sebutnya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

BANDAR NARKOBA DI SEKOTONG DIBORGOL

Read Next

Statament Pelita Ditanggapi Santai

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *