banner 300x600

Enaknya Main Kucing-kucingan

  • Bagikan
KCB
RAZAK/RADAR MANDALIKA GROUP KONDISI KBC: Inilah keadaan KBC depan Pasar Cakranegara di Jalan Selaparang. Terlihat kendaraan roda empat parkir di sisi kanan ruas jalan, kemarin.

MATARAM – Langkah Dinas Perhubungan Kota Mataram untuk menertibkan Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) depan Pasar Tradisional Cakranegara di Jalan Selaparang kembali jadi sorotan. Pasalnya, kerap kali ditemukan ada pengendara yang parkir sembarangan di ruas jalan yang dilarang parkir. Tentu, hal ini kembali membuat kindisi KBC di Jalan Selaparang kembali semrawut.

Kepala Bidang Keselamatan dan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwil mengaku petugas yang diterjunkan untuk memantau kondisi di lapangan sering kali kucing-kucingan dengan pengendara yang bandel. Setiap petugas melakukan patroli di depan Pasar Cakranegara, para pengendara menaati aturan yang berlaku. Sebaliknya, jika petugas sudah tidak terlihat di lokasi, masih ada saja pengendara yang nakal.

banner 300x600

“Kita kucing-kucingan sama penendara yang kesadarannya kurang. Tidak semuanya sih pengendara begitu. Begitu dilihat petugas kita, pergi dia (pengendara). Begitu modelnya,” ungkapnya dihubungi via ponsel, kemarin.

Tidak hanya dengan pengrndara lanjut Zulkarwil, petugas Dishub juga sering kali kucing-kucingan dengan juru parkir (Jukir) yang ditempatkan untuk mengarahkan pengendara ke tempat parkir yang telah disediakan atau dibolehkan sesuai aturan. Sebab, sebagian Jukir lalai menjalankan tugasnya dalam melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang parkir.

Terkadang, ada jukir yang membiarkan kendaraan parkir di titik terlarang ketika tidak ada petugas Dishub di lokasi. Sebaliknya, ketika ada petugas yang dilihat patroli, jukir terlihat bergerak dan gesit dalam mengarahkan pengendara untuk parkir di lokasi yang telah disediakan oleh Dishub.

“Kita selalu melakukan penindakan di sana. Tapi, kita kucing-kucingan jadinya sama tukang parkir itu. Tidak semuanya sih tukang parkir,” ujar Zukarwil.

Pantauan Koran ini kemarin, petugas Dishub yang melakuan patroli juga terkadang hanya sekadar mampir sesaat di KBC Jalan Selaparang, depan Pasar Cakranegara. Itu pun saat itu, petugas hanya berfoto ria di lokasi. Apakah sebagai bahan laporan kepada atasan atau untuk keperluan lain.

Namun, Zulkarwil mengaku, petugas Dishub selalu mengambil langkah tegas ketika ada kendaraan yang parkir di ruas jalan yang dilarang untuk parkir alias tidak berada di tempat parkir yang ada. “Selalu digembok kalau ada pelanggaran di situ. Nggak pernah kita biarkan dia kayak di BRI (Jalan Pejanggik). Kayak di KBC, itu dah langganan kita,” beber dia.

Selama ini aku dia, kendaraan yang melanggar aturan dengan parkir di tempat terlarang selau digembok. Seperti di KBC, depan Bank BRI, dan di depan Lombok Eficentrum Mall (LEM) yang ada di Jalan Sriwijaya. Sejumlah kendaraan baik roda dua dan empat yang audah digembok selama Januari 2020. Zulkarwil mengaku belum tahu pasti karena belum ada rekapan jumlah kendaraan yang digembok.

“Kemarin itu, motor saja kita dapat ada sekitar lima atau tujuh motor lah. Kemudian, mobil itu lumayan lah ada di atas 10 mobil,” sebut dia.

“Model SOP-nya selalu kita himbau dulu kalau memang keluar orangnya kita halau. Tetapi kalau tidak keluar orangnya, ya kita gembok,” imbuh Zulkarwil.

Selama ini aku dia, masih ada saja pengendara yang tidak menaati aturan. Padahal, sosialisasi sudah lama dijalankan oleh Dishub. Bahkan, sejak tahun lalu, petugas selalu menggembok kendaraan yang parkir sembarangan di ruas jalan yang dilarang parkir ntuk memberikan efek jera bagi pengendara lainnya. Namun, persolan itu terus terjadi baik di KBC, depan LEM dan di depan Bank BRI.

“Jadi memang pengawasan di titik-titik larangan parkir itu tidak sebanding lurus sama kesadaran masyarakat. Kalau tidak ada petugas kita, dia parkir di situ,” beber dia.

Khusus di depan Pasar Cakranegara, dia mengaku kondisinya kembali semrawut. Zulkarwil meminta kepada semua jukir yang bertugas agar tetap bersinergi dengan petugas. Karena, petugas yang diterjunkan untuk melakukan patroli memang terbatas untuk memantau titik larangan parkir. “Sekali patroli itu enam orang. Karena kekurang anghota kita atur patrolinya. Ada 12 orang yang sekali piket yang menangani 24 jam kondisi Kota Mataram ini,” sebut dia.

Atas dasar itu, para jukir memang betul-betul mengarahkan para pengendara ke lokasi parkir yang disediakan. Jangan sampai para jukir lalai apalagi terkesan membiarkan parkir kendaraan sembarangan tanpa menegur pengendara. Kondisi seperti itu membuat Dishub harus mencari solusi terbaik. 

“Berkali-kali kita himbau jukir itu. Tapi memang, kita bilang mereka ndak sadar, juga terkadang-kadang pengemudinya yang pagah,” cetus Zulkarwil. (zak)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *