Dugaan Pungli PTSL, Kades Kembang Kerang Daya Dipolisikan

F LAPORKAN

MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA GROUP LAPORKAN : Tampak sejumlah warga Desa Kembang Kerang Daya, saat mendatangi Polres Lotim, melaporkan Kadesnya atas dugaan Pungli PTSL

LOTIM – Kepala Desa (Kades) Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel Lombok Timur (Lotim), Daeng Muzakkir Mukhtar, sempat didemo warganya. Kaitan dugaan Pungutan Liar (Pungli) Program Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL), tahun 2017-2018. Padahal waktu itu, desa ini belum dapat kuota PTSL. Tapi kemarin, Kepala Desa (Kades) Kembang Kerang Daya dipolisikan warganya. Sebendel dokumen nama-nama warga yang diduga jadi korban pungli PTSL desa ini, dibawa ke Polres Lotim saat melaporkan Kades.

Mewakili warga, sekeluarnya dari SPKT Polres Lotim, Burhanudin mengatakan, terdapat beberapa point dalam laporan dugaan pungli program PTSL tahun 2017-2018 itu. Parahnya Kades tidak sekadar melakukan tindak pidana pungli, tetapi kuat dugaan melakukan pemalsuan data warga yang telah dipungutnya. Data warga yang dipungut dan disampaikan dalam audiensi di kantor desa waktu lalu, tidak sesuai dengan jumlah warga yang telah dipungut, seperti data yang dipegang warga.

Data warga yang dipungut, dinilainya dibuat mendadak sejak kasus dugaan pungli Prona ini mencuat ke permukaan. Bahkan saat audiensi, Kades mengakui perbuatan dugaan pungli tahun 2017-2018 itu, sebesar Rp 92 juta. Tapi menurutnya, jumlah keseluruhan bukan Rp 92 juta, melainkan lebih dari itu. Sebab, masyarakat yang dipungut nilainya bervariasi, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta. Hasil pungutan itu tidak masuk dalam kas desa. Diduga masuk ke kantong pribadi Kades. Ironinya tahun 2019 setelah desa ini benar-benar mendapat kuota program PTSL, warga kembali dipungut Rp 350 ribu.

“Laporan kami ini, tindak lanjut dari hasil audiensi kami dengan kepala desa. Kepala desa tak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Lanjut Burhan, jalur hukum ditempuh selain untuk memberikan efek jera, juga agar Kades mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Praktek korupsi dilakukan Kades, jelas-jelas telah merugikan masyarakat. “Kami harap kasus ini segera diproses, dan segera ditetapkan tersangka serta dijebloskan ke penjara. Karena bukti-bukti cukup lengkap kami serahkan,” katanya, seraya berharap pada Bupati agar Kades Kembang Kerang Daya diberhentikan. Atau paling tidak, Kades mengundurkan diri dari jabatan, agar lebih fokus menghadapi proses hukum.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lotim, AKP I Made Yogi Purusa Utama SIK, saat dikonfirmasi perihal laporan dugaan Pungli PTSL oleh Kades Kembang Kerang Daya, mengaku belum menerima laporan tersebut. Tetapi bila telah dilaporkan, proses terlebih dahulu masuk pada Kapolres Lotim. “Biasanya bila ada pengaduan masyarakat, pengaduan itu masuk dulu ke Kapolres. Kami akan menunggu seperti apa disposisi Kapolres,” pungkasnya. (fa’i/r3)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Massa Bawakan Kades Semaya Keranda

Read Next

Indonesia Terancam Tak Bisa Berangkatkan Calon Jamaah Haji

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *