DPRD Loteng Akan Perjuangkan Insentif GTT Tahun 2021

f lege 1

Legewarman

PRAYA – Wakil rakyat di DPRD Lombok Tengah memberikan perhatian khusus kepada Guru Tidak Tetap (GTT).

Anggota Komisi IV DPRD Lombok Tengah, Legewarman mengatakan, saat ini dewan tengah fokus memperjuangkan terkait dengan perhatian pemkab kepada GTT. Adapun jumlah GTT yang memiliki SK bupati sebanyak 1.3867 orang, terlebih guru yang belum memiliki SK masih lebih banyak juga. Sampai saat ini, pemkab sendiri dinilai Lege belum menunjukan keseriusan terkait permasalah tersebut, ditambah adanya musibah adanya covid saat ini.

“Kami ingin paksakan pemkab untuk menganggarkan penambahan insentif untuk GTT di APBD-perubahan Cuma kami akui sulit, maka dari itu kita akan perjuangkan tahun 2021,” ungkapnya pada Radar Mandalika, kemarin.

 Lege membeberkan, anggaran yang tersisa di APBD-P 2020 hanya 77 miliar, dan ditambah ada silva 22 miliar yang sudah jelas pengalokasiannya untuk insentif kesehatan.

Sementara, perbaikan dari sektor pendidikan, saat ini dewan meminta Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H Sumum untuk merancang konsep workshop untuk kepala sekolah dari TK sampai SMA, guna menggali apa yang menjadi permasalahan di bawah.

“Kalau titik permasalahan ditemukan, maka kami akan mencari solusi terkait permasalahan tersebut,” janjinya.

 “Contohnya, jika selama ini kita kurang perhatian kepada GTT, maka sekarang ada peraturan dari Menteri Pendidikan, yang memperbolehkan anggaran tersebut dialihkan untuk pembayaran insentif guru honorer. Jadi hal seperti ini perlu kita kaji bersama,” kata Lege.

Sementara soal sistem zonasi saat ini, pihaknya di komisi IV juga tengah mengusulkan adanya regulasi sebagai Perda inisiatif komisi IV. Terutama terkait dengan pola penganggaran di sekolah yang sifatnya vertikal, yakni madrasah dan sekolah serupa lainnya.

 “Contohnya, guru madrasah saat ini mereka juga membutuhkan saluran bantuan dari pemda, maka dalam waktu dekat ini, kami akan coba mempertemukan Disdik dengan Kemenag untuk mendiskusikan terkait permasalah tersebut,” tegasnya.

“Kalaupun tahun ini tidak bisa terlaksana, maka akan kita usahakan di 2021,” pungkasnya.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Ziadi-Aswatara Tinggal Deklarasi

Read Next

PEMERINTAH PROVINSI DISEBUT BOROS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *