Dililit Utang, Dua Pengangguran Nekat Curi Sapi

  • Bagikan
PENCURIAN 2
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA GROUP AMANKAN: Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumertha didampingi Kasubag Humas Polres Lobar, Iptu Ketut Sandiasa saat menunjukkan pelaku dan barang bukti di Mapolres Lobar, kemarin.

LOBAR–Karir kawanan pencuri sapi di Kawasan Sekotong harus berakhir di jeruji besi. Setalah jajaran anggota Polsek Sekotong mengamankan dua pelaku pencurian dua ekor sapi di Dusun Tangin Angin Dea Buwun Mas Kecamatan Sekotong. Kedua pelaku yang berbeda asal diamankan di kediaman masing-masing.

“Para pelaku ditangkap tim Ular Kepuh (Tim Polsek Sekotong). Pelaku inisial JM di Desa Buwun Mas dan LM asal Desa Mareje,” ungkap Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumertha di dampingi Kasubag Humas Polres Lobar, Iptu Ketut Sandiasa saat jumpa pers di Mapolres Lobar, kemarin.

Kedua pelaku yang terbilang sindikat ini diketahui sudah dua kali mencuri di kawasan Buwun Mas. Bahkan hasil pencurian pertama yang pernah dilakukan sudah dipotong dan dikonsumsi sendiri.

Penangkapan kedua pelaku itu berawal laporan dari pemilik ternak Amaq Niam. Kedua pelaku mencuri kedua sapi miliknya pada 8 Februari lalu langsung dari kandangnya. 

“Setelah mendapat laporan kami bersama Tim Ular Kepuh melakukan penyelidikan. Selang 3 hari kami berhasil mengamankan kendaraan jenis truk yang ternyata digunakan mengangkut sapi curian,” ungkapnya.

Saat dilakukan penangkapan pelaku JM sempat berusaha melarikan diri dengan mencoba melawan petugas. Akhirnya untuk melumpuhkan pelaku, pihaknya terpaksa menghadiakan timah panas di kakinya.

“Dari tangan kedua pelaku, jajaran Polsek Sekotong berhasil mengamankan barang bukti berupa dua ekor sapi curian, satu unit truk, uang tunai Rp 1,4 juta, dua buah senjata tajam dan senter kepala,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya para pelaku langsung mendatangi kandang ternak korban. Kedua pelaku itu berbagai peran. Satu orang pelaku masuk dan satu lagi menunggu di luar sambil melihat situasi.

“Untuk tersangka LM tengah kami selidiki juga atas kasus yang sama karena kuat dugaan melakukan aksi di dua TKP berbeda, dan disinyalir sebagai sindikat,” beber Kapolsek yang baru menjabat itu.

Rencananya dua ekor sapi curian itu hendak dibawa dan dijual ke wilayah Lombok Tengah.

Sementara itu pelaku LM yang ditanyakan motif mencuri mengaku terdesak utang. Ia terpaksa mencuri untuk menutupi utangnya yang mencapai sekitar Rp 30 juta.

Atas perbuatannya kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Pihak Polsek Sekotong juga mengimbau kepada masyarakat yang kehilangan ternak atau yang lain agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian agar segera diusut. (win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *