Dilapor ke Polda, Muazzim: Cika Sudah Dipecat

Muazzim Akbar

JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Muazzim Akbar

MATARAM – Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar akhirnya buka suara. Ia menyebutkan, langkah Ika Rizki Veryani alias Chika dengan melaporkan dirinya ke Polda NTB dengan sangkaan pemalsuan dokumen dalam pengurusan PAW DPRD NTB Ady Mahyudy yang digantikan Sukri. Muazzim justru memperlihatkan surat pemecatan Chika dari DPP bernomor : PAN/A/Kpts/KU-SJ/386/2021 tentang pemberhentian tetap Ika Rizki Veryani sebagai kader PAN Kabupaten Dompu NTB.

“Cika udah dipecat DPP,” tegas Muazzim di Mataram kemarin.

Surat pemcetaatan Chika sudah diterima DPW bulan lalu. Surat itupun sudah diteruskan ke DPRD NTB dan juga telah diterima KPUD NTB.”Surat pemecatannya per tanggal 31 Mei,” bebernya.

Ketua partai berlambang matahari tiga periode tersebut mengatakan semua kewenangan ada di tangan DPP. DPW dan DPD di daerah hanya bisa menjalankan perintah tersebut. Malah jelas disebutkan di SK itu bilamana instruksi DPP itu tidak digubris maka DPW akan menerima sanksi organisasi.

Katanya, dengan adanya pemecatan tersebut, Chika tidak berhak lagi mendapatkan hak PAW meski suaranya berada di nomor urut kedua setelah Ady Mahyudy. Terebih KTA PPP Chika pun sudah lama berada di tangan DPW. Tentu hal itu juga menjadi dasar DPP mengambil sikap tegas. DPW PAN pun sudah juga mengantongi surat pernyataan kesiapan Chika sebagai kader PPP tertanggal 25 Juli.

“Pemecatan itu ranah DPP. Kami hanya menjalankan perintah partai,” klitnya.
Jika Chika, lanjutnya menanyakan apakah FC KTA PPP yang ada ditangannya itu palsu atau tidak bukan menjadi ranahnya dia untuk menjelaskannya.
“Kalau mau nanya tentang palsu tidak nya silahkan tanya ke PPP,” sebut dia.

Kalau pun Chika mengaku KTA PPP tidak diregister di PPP, Muazzim mengatakan sepengetahuannya tidak ada KTA satu kader partai manapun yang harus teregister. Setiap partai mengeluarkan KTA sebanyak banyaknya bagi kader. Namun langkah pengecekan KTA kader itu dibutuhkan manakala saat Parpol diverifikasi KPU untuk menentukan kepengurusan yang sah.

Ditanya jika Chika tidak menerima pemecetan tersebut, Muazzim mempersilakan melanjutkan hal tersebut ke Mahkamah partai.
“Silahkan saja (tidak menerima). Itu haknya dia,” ucapnya.

Muazzim pun terlihat tidak ingin repot mengurus masalah itu. Ia pun cuek atas laporannya ke Polda NTB. Muazzim tidak mau merespons panjang lebar.
“Sementara ini no komen?,” jawab dia.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Digugat Kadus, Kades Batujai Kalah di PTUN Mataram

Read Next

Tim Ahli dari Surabaya Cek Proyek Longsor Senggigi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *