Dewan NTB Dorong Swasembada Telur

IMG 20210323 WA0000

F/DPRD NTB JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Khairul Rijal Dewan NTB Dorong Swasembada Telur

MATARAM – Swasembada telur di NTB didorong masif oleh DPRD NTB. Hanya itu cara memberdayakan peternak lokal. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak telur Bali masuk ke Lombok. Ini tentu merugikan terutama dari sisi harga peternak lokal sangat dirugikan.
“Kita selalu dorong swasembada telur NTB. Telur Bali yang merusak harga,” tegas Anggota Komisi II DPRD NTB, Khairul Rijal, kemarin.

Politisi NasDem itu mengatakan, bisa- bisa jika NTB menghentikan ekspor telur dari Bali namun yang menjadi masalah apakah Pemprov bisa memastikan kesedian stok telur dengan tingkat kebutuhan masyarakat di NTB setiap harinya. Data Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan tahun 2020 kebutuhan telur di NTB mencapai 1,3 juta butir per hari. Sementara peternak di NTB hanya mampu memproduksi 600 ribu butir telur setiap harinya.
“Kalau kita mau stop (ekspor) cuma sekarang berani nggak kita,” katanya.

Suami Wagub ini menambahkan, banyak pengusaha telur lokal. Hanya saja belum bisa menghasilkan telur sesusi kebutuhan. Rijal mencontohkan di Sesaot terdapat peternak agrosari yang ayamnya diangka 200 ribu. Di tempat lain pengusaha telur pun ada namun lagi lagi usaha mereka tergolong masih kecil. Malah ada peternak ayam yang hanya menghasilkan telur 50 -100 ribu setiap hari tidak jarang telurnya menumpuk susah laku lantaran dirusak harganya oleh telur Bali.

Tantangan lain yang dihadapi peternak unggas, ketersediaan jagung disaat tidak musim panen jagung langka dan harga tinggi. Rijal mengapresiasi Ide pabrik pakan yang akan dibangun di Stipark Banyumulek Kediri Lombok Barat. Pabrik itu nantinya bisa menstabilkan harga pakan namun memang baru mulai. Pabrik itu nantinya bisa menyimpan Jagung yang kapasitasnya 250 ton namun lagi lagi butuh pemodal.

“Tantangannya sekarang ini konsentrat udah naik, jagung lagi turun tapi nanti naik lagi harganya kalau tidak panen. Minimal harga jagung dedak bisa difasilitasi tidak terlalu tinggi harganya saya kira peternak lokal bisa survive kedepannya,” yakin dia.

Jika dalam satu dua tahun ini swasembada telur dapat berjalan dengan baik apalagi sudah bisa menghasilkan tambahan 1 juta telur setiap hari, pihaknya akan mendorong agar menghentikan ekspor telur tersebut.
“Saya nanti akan dorong setahun dua tahun,” janjinya.(jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Sumber Air NTB Mencemaskan

Read Next

Alhamdulillah, NW Anjani dan Pancor Bersatu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *