Dewan Loteng: Jangan Salahkan Pengecer

F AA Paripurna

KHOTIMAH/RADARMANDALIKA.ID PARIPURNA: Suasana rapat paripurna di DPRD Loteng, Jumat lalu.

PRAYA-Perlahan kelangkaan pupuk sudah mulai teratasi di Lombok Tengah. Sekarang pupuk mulai banyak diterima petani padi. Namun di balik itu semua, polemic saling menyalahkan masih saja ada. Demikian juga yang selalu dipersoalkan oknum pengecer nakal.

Anggota DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Supli meminta para pihak tidak menyalahkan pengecer yang memang mencari rizki di usaha jual pupuk. Demikian juga pemerintah, agar tidak menyalahkan pengecer kendati ada saja oknum pengecer nakal.

Supli mengungkapkan, permasalahan pupuk bukan di tingkat pengecer, mengingat tergantung pengendalinya pemerintah.

“Harusnya pemerintah sudah antisipasi setiap tahun yang begini. Jadwal tanam dan kapan panen sudah jelas juga.  Nanti waktu panen ribut lagi dengan harga.

Ketika musim tanam ribut air, ” sesal Supli.

Politisi PKS ini juga menyayangkan harusnya jangan menyalahkan para pengecer. Yang terpenting sekarang, bagaimana pemerintah mengelola bawahannya terutama dinas. Harus ada planning yang jelas dengan segala kemungkinan, baik kelangkaan pupuk setiap tahun terjadi.

“yang perlu diperjelas, dipertegas dan ditindak bagaimana manajemen keseluruh anggota pengadaan pupuk, mengingat semua petani menjerit saat ini,” katanya tegas.

“Dinas Pertanian harus ada sikap yang tegas dalam hal ini,” pintanya.

Sementara itu, adapun pelaku yang ketangkap jual pupuk diluar RDKK 4 ton oleh aparat, menurut dia tidak terlalu berpengaruh. Jangan temuan itu jadi tumbal dari permainan yang lebih besar.

“Kelangkaan pupuk merata di semua wilayah, ini bukan merupakan kesalahan distribusi, pola tanam yang maju dan jatah pupuk yang berkurang. Inti persoalanya hanyalah pemerintah tidak hadir disitu,” tegasnya nyentil.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemkot Akan Evaluasi Simulasi PTM

Read Next

Marah Besar, Muhdanrum: Dasar “Goblok”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *