Debat Pamungkas “Sakiti” Penyandang Disabilitas

5 CALON scaled

Paslon nomor urut 1 PAS Menah Tandur, paslon nomor 2 Wayent Wah, paslon 3 Manthab, paslon 4 Maiq-Meres dan paslon nomor 5 SADAR saat di panggung debat putaran kedua, Senin malam.

PRAYA – Debat pamungkas penyampaian visi-misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), berhasil ‘menyakiti’ perasaan para penyandang disabilitas atau cacat fisik di Gumi Tastura. Debat putaran kedua Senin malam di D’max, satupun paslon tak membahas soal keberadaan penyandang disabilitas. Termasuk juga komitmen mereka ketika nanti terpilih jadi penguasa.

Parahnya lagi, padahal 3 Desember besok merupakan momen penting yakni, Hari Disabilitas Internasional. Bukan hanya lima paslon, KPU atas nama penyelenggara juga tidak menyampaikan apapun. Padahal para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama di Pemilu 9 Desember 2020.

 Protas keras diungkapkan aktivis Disabilitas Loteng yang juga Pendiri Tulus Angen Community, Lalu Ahmad Fatoni atau Bajang Toni. Dia mengungkapkan, semua pihak termasuk paslon dan penyelenggara pemilu belum ramah terhadap kaum difabel. Seharusnya hal seperti ini dimunculkan sebagai isu debat. Toni menganggap hal ini dapat menciderai (melukai, red) perasaan para penyandang difabel dunia.

 “Ini menciderai kesetaraan terhadap sesama, mereka sudah melupakan sila ke 5 yang mengatakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” katanya pada Radar Mandalika, kemarin.

Menurutnya, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Seharusnya menjadi isu prioritas dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Jadi ketika pemerintah pusat menjadikan ini isu nasional, kenapa pemerintah tidak,” sebutnya.

Pria asal Balungadang ini mengatakan, UU yang ada saat ini menurutnya adalah pengaplikasian terkait bagaiamana menjamin hak yang sama antara kaum disabilitas dengan warga lainnya. “Saat ini pemerintah sendiri belum menjadikan permasalahan tersebut sebagai hal yang strategis dan di anggap begitu penting,” ujarnya.

Katanya, memang ada Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), namun itu dirasa belum maksimal dilakukan. Buktinya, beberapa kegiatan sosial yang dilakukan pihaknya menandakan bahwasanya penentasan kemiskinan belum menjadi perhatian pemerintah.

Saat ini, sebagai salah satu contoh kaum difabel yang belum mendapatkan haknya yakni, L Muhammad yang saat ini menyandang sebagai tuna rungu wicara. Ia mengatakan, rekannya tersebut saat ini berstatus sebagai salah satu kepala keluarga, namun dari sekian banyak bantuan yang digelontorkan pemerintah pusat maupun daerah, rekannya tersebut sama sekali tidak mendapat bantuan tersebut. Artinya, melihat hal tersebut tentu pendataan untuk kaum difabel saat ini dinilai belum begitu baik.

 “Jaminan sosial covid-19 kemarin saja beliau tidak dapat. Kemungkinan masih banyak juga data difabel yang belum dijangkau. Karena keterbatasan saya dan rekan lainnya, maka dari itu sudah seharusnya pemerintah hadir untuk menjawab permasalahan ini,” tegasnya.

Sementara itu, di arena debat putaran kedua. Lima paslon kompak tak menyebutkan komitmen terhadap keberadaan penyandang disabilitas. Termasuk KPU.

Debat Senin malam, dilakukan dalam enam segment, mulai dari penyampaian visi-misi dan program calon, hingga segment debat masing-masing calon. Dalam penyampaian pertama, dibuka oleh calon nomor urut 1, Lale Prayatni – H Sumum. Pihaknya memaparkan, PAS Menah Tandur nantinya akan memperbaiki pengelolaan APBD yang tepat sasaran dan akuntabel. Dia juga menjanjikan peningkatan SDA dan SDM unggul guna meningkatkan pengembangan ekonomi daerah. BUMDes sebagai tulang punggung perekonomian desa, PAD untuk kesejahteraan masyarakat, Jaminan kesehatan untuk masyarakat Loteng, pemberantasan narkoba dengan mengajak mantan pecandu sebagai motivator, dan 10 pengendalian terhadap lahan pengendalian pertanian dan imbal jasa lingkungan. 

Kemudian, dilanjutkan penyampaian kedua oleh calon nomor urut 2, Ahmad Ziadi – L Aswatara. Pihaknya memaparkan, visi besar dari paslon tersebut adalah wayent wah membangun daerah secara ‘berjamaah’. Kenapa berjamaah, ini solusi yang telah dirancang hampir 10 tahun yang telah dianalisa oleh pihaknya. Katanya, demi membentuk efektifitas dan efisiensi penghematan anggaran dalam menjalankan program harus dilakukan dengan berjamaah atau bersama-sama.

“Tidak ada jalan lain lagi selain berjamaah,” ujarnya.

Penyampaian ketiga dilanjutkan oleh calon nomor urut 3, H Masrun – Habib Ziadi Thohir. Pihaknya memaparkan, paslon Manthab menilai Loteng saat ini dihadapkan oleh empat persoalan, yakni pengangguran dan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan, kemudian infrastruktur dan irigasi, narkoba.  Atas dasar itu, pihaknya menawarkan tiga solusi agar peningkatan SDM dan kemandirian masyarakat terwujud, membangun pusat-pusat ekonomi baru, memaksimalkan penggunaan produk-produk lokal di semua sektor dan pembangunan infrastruktur yang merata dan adil berbasis peningkatan ekonomi masyarakat.

Dari penyampaian calon nomor urut 4, HL Pathul Bahri – H Nursiah. Paslon dengan jargon Maiq Meres mengajak masyarakat Loteng untuk melanjutkan perjuangan dengan menawarkan konsep program Loteng Soleh, Sejahtera, Saran Karye, Cerdas, Unggul dan Trasne. Untuk memastikan program ini masuk dalam penganggaran, pihaknya akan membangun kawasan ekonomi khusus dan kemudian memberikan insentif kenaikan ADD menjadi 12 persen dan pemberian fasilitas kendaraan untuk kadus sebagai garda terdepan dalam melayani pembangunan di tingkat dusun.

Penyampaian terakhir sekaligus penutup segment, pertama dilakukan oleh calon nomor urut 5, HL Sawadi – H Dahrun. Pihaknya menawarkan program pembangunan dari desa dengan mengedapankan komponen penting, yakni pembangunan ekonomi dan pemberdayaan SDM.

Paslon Sadar sendiri mengungkapkan, untuk program prioritas nantinya pihaknya menawarkan pembuatan irigasi dalam rangka menyelesaikan permasalahan lahan kering. Kemudian, meningkatkan kualitas dan kuantias dunia IKM dan UKM dengan memanfaatkan BUMDes untuk membantu perkembangan ekonomi daerah.

Mendekati waktu akhir debat. Disegement ke lima para paslon mulai memberikan taji masing-masing dalam menguji seberapa jauh pengetahuan masing-masing kandidat yang ada.

Pada awal segement, Paslon nomor urut 5 berhadapan dengan paslon nomor urut 2. Dalam argumentnya paslon nomor urut 5, dari berbagai permasalahan yang dihadapi para petani tembakau, pihaknya bertanya bagamana cara paslon nomor urut 2 agar petani tembakau tidak merugi setiap tahunnya.  Selain itu, kaitannya dengan pencemaran limbah B3 maupun sampah  juga bagaimana penyelesaiannya. Dan terakhir kaitannya dengan infrastruktur jalan yang banyak tak memiliki kualitas yang baik. lantas bagaimana cara pason wayent wah menjamin pembangunan jalan yang ada.

Saat menjawab, jika paslon nomor 2 terpilih nanti. kaitannya dengan petani tembakau pihaknya akan melakukan grid terhadap para petani. Dan soal limbah, kedepannya mereka akan berupaya membuat sirkulasi air pada pabrik yang ada di daerah dan pemerintah harus dapat bertanggungjawab terkait hal tersebut.

“Jadi terkait tembakau ini manusia yang di grid. Bukan daun. Pemerintah juga harus hadir  dalam menjamin harga saat panen tembakau. Saat ini saya lihat pemerintah tidak memberikan jaminan kaitannya dengan harga. Dan soal infrastruktur jalan, pemilihan siapa yang akan mengeksekusi project tersebut harus benar-benar di seleksi,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut,  paslon 5 nantinya akan melakukan koordinasi dengan wilayah lain untuk bekerjasama dalam bertransaksi kaitannya dengan jual beli hasil panen tembakau. Kemudian, terkait kualitas infrastruktur jalan tentunya perencanaan harus di lakukan secara maksimal. Persoalan limbah juga menurutnya, pemimpin nantinya harus memperkuat kaitannya dengan regulasi.

Selanjutnya, Paslon nomor urut 1 berhadapan dengan paslon nomor urut 3. Dalam argumentnya paslon nomor urut 1 mempertanyakan terkait banyaknya kegiatan penambangan galian C di wilayah batukliang utara (BKU) dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Selain itu, air dari hutan BKU dia pertanyakan. Alam di sana seakan dimanfaatkan tanpa adanya imbal balik atas hasil kekayaan alam yang mereka miliki.

Menjawab hal tersebut, paslon 3 mengatakan galian C ini adalah urusan pemerintah provinsi. Namun, pemkab menurutnya juga harus ikut ambil alih dengan melakukan konsolidasi dan konsultasi dengan semua pihak khususnya pemprov, karena wewenang terkait permasalahan tersebut adalah milik pemprov. Kemudian, kaitan dengan air di BKU, harus memperhatikan kelestarian alam. Pihaknya akan membentuk perda untuk perlindungan untuk lingkungan dan menanam pohon setiap wilayah.

Menanggapi jawaban tersebut, paslon 1 mengatakan, izin memang dari pemprov. Namun, kaitannya dengan pajak yang dapat tetap Kabupaten. Maka dari itu seharusnya ada tanggung jawab dari Pemkab karena dampak dari galian C tersebut menyebabkan banyak jalan yang rusak. Terkait perda untuk lingkungan. Dirinya menawarkan seharusnya ada regulasi yang menjamin terkait jasa lingkungan. Artinya, setiap pihak seharusnya dapat saling berkontribusi atas apa yang mereka dapat dari daerah lain. “Air ini seharusnya dibayar oleh mereka yang menikmati hasilnya. Kemudian anggaran tersebut dilimpahkan seluruhnya ke wilayah sumber air tersebut,” tuturnya.

Selanjutnya, Paslon nomor urut 2 berhadapan dengan paslon nomor urut 5. Dalam argumentnya paslon nomor urut 2 mempertanyakan bagaimana memberantas korupsi yang masih marak sampai saat ini. selanjutnya, dari sektor peningkatan ekonomi petani dan wisata di selatan khususnya, bagaimana cara paslon dengan jargon manthab mendunia tersebut melakukan pengembangan nantinya.

Paslon 5 menjawab, dalam permasalahan korupsi Pemda harus hadir mengawal. Dan kaitannya dengan ekonomi, pihaknya akan mendorong program irigasi. “Kita akan memunculkan wirausaha untuk mendorong wisata setiap wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menunjang pengembangan ekonomi petani di wilayah selatan tentu sumber air. Menjadi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, paslon 2 melihat tugas berat dalam memberantas korupsi menjadi atensi dunia saat ini. pertanyaannya mungkinkah kekuasaan tidak korupsi ? Selain itu, kaitannya dengan irigasi apakah paslon 5 nantinya dapat mewujudkan Dam Mujur.

Menanggapi hal tersebut, paslon 5 mengatakan, terkait korupsi saat ini tentu proses perencanaan hingga pelaksanaan program harus dikawal maksimal oleh pemerintah. Kemudian, lembaga internal seperti inspektorat seharusnya mampu berperan aktif dalam hal tersebut. Dan untuk dam mujur kedepannya pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan provinsi untuk mewujudkan program tersebut.

Selanjutnya, Paslon nomor urut 3 berhadapan dengan paslon nomor urut 4. Dalam argumentnya paslon nomor urut 3 mempertanyakan, bagaimana cara pelibatan pengusaha lokal agar peningkatan ekonomi daerah dapat meningkat. Pasalnya, saat ini ia melihat banyak kontraktor luar yang ambil alih beberapa program di wilayah.

Paslon 4 merespon, penurunan kemiskinan di loteng paling tinggi di NTB.  “Loteng paling cepat penurunannya, itu karena lapangan pekerjaan sudah kita fasilitasi di periode kemarin. oleh karena itu mari kita lanjutkan iktiar penentasan kemiskinan tersebut,” tuturnya.

Pihaknya juga akan meningkatkan kualitas regulasi yang ada. Tetapi, masyarakat loteng juga harus memahai bahwasanya beberapa program besar juga tidak mampu di cover oleh kemampuan anggaran daerah. oleh karena itu, perlu ada pemahaman dari masyarakat dan dukungan dari pihak lain guna meningkatkan pembangunan dari sektor ekonomi daerah. 

Selanjutnya, Paslon nomor urut 4 berhadapan dengan paslon nomor urut 1. Dalam argumentnya paslon nomor urut 1 mempertanyakan,

bagaimana cara melihat potensi daerah guna melakukan pengembangan ekonomi daerah. menanggapi hal tersebut, paslon 1 kedepannya akan melakukan pembangunan belum berkeadilan. Saat ini menurutnya wilayah ttara hasil panen kebun hampir tidak bisa di jual. Pihaknya berjanji akan hadir agar masyarakat tidak menjual sendiri hasil perkebunannya.

“Kita bantu pengolahan, kemasan, dan pasaran. Oleh karena itu kita akan menyediakan akses internet yang nantinya akan masuk ke pelosok wilayah yang masih belum terjangkau hal tersebut,” tuturnya.

Menanggapi statement tersebut, paslon 1 mengatakan, bukannya pembangunan tidak merata. Tentu tahapan pembangunan harus perlahan dan saat ini baru dimulai dari KEK Mandalika yang saat ini diharapkan akan meledak perkembangannya kedepan. Oleh karena itu, dirinya mengajak semua elemen untuk menjaga kondusifitas, agar sirkuit GP nantinya juga dapat membantu perputaran ekonomi di Utara, sehingga pembangunan ekonomi dapat merata.

  “Solusi di awal untuk membantu pembangunan di utara ya harus dari selatan,” ujarnya.

Merespons hal tersebut, paslon 1 nantinya akan membuat central ekonomi khusus berbasis product Comodity. Nantinya, konsep tersebut akan menjadikan paket wisata untuk wisatawan. Untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan banyak pihak khususnya jasa travel.(buy)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Warga Lingkar BIL Persoalkan Saluran Irigasi Dalam Bandara

Read Next

Perjalanan Ramsah, Sekdis PMP2TSP KLU

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *