Dari Musda Perdana IKAPPNH Lombok Tengah

WhatsApp Image 2020 07 11 at 01.17.20

Akan Ikut Warnai Pembangunan Daerah, Segera Helat Temu Akbar Alumni

Keberadaan alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim, Kediri, Lombok Barat banyak di Lombok Tengah. Catatan sementara di atas 4 ribu orang alumni. Sekarang keberadaan alumni dikuatkan dengan dilakukannya Musyawarah Daerah (Musda) perdana Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH).

…………………………………………..

SUASANA di Hotel Grand Royal Batujai nampak beda, Sabtu siang kemarin. Sejumlah orang penting dari berbagai profesi numpuk di sana.

Sementara itu, di depan hotel bendera dan sepanduk berjejer. Layaknya ada kegiatan besar. Demikian juga kendaraan yang parkir dari luar sampai dalam area parkir hotel banyak.

Di dalam ternyata sedang berlangsung kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) I atau perdana yang dihelat Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH) Kediri, Lombok Barat.

Dalam Musda ini, merupakan Musda pertama kali yang berhasil diselenggarakan di daerah. Sementara daerah lain belum bisa melaksanakannya. Konsep ini sudah setahun lebih disusun, namun baru bisa terealisasikan.

Musda ini sukses dilakukan atas campur tangan dari Pengurus Besar (PB) IKAPPNH, Kediri, Lombok Barat. Langkah ini dilakukan atas dasar amanah pondok agar membentuk pengurus daerah sampai ke ranting. Tujuannya, untuk menjalin silaturrahmi alumni IKAPPNH.

“Selama ini komunikasi hanya personal saja dan tidak teratur. Dengan Musda akan terbentuk secara terstruktur sampai tingkat dusun pengurus,” terang Ketua Umum PB IKAPPNH, Samsudin Syirah usai Musda.

Samsudin kembali menyampaikan, selama ini para alumni hanya kontak perorang saja. Maka dari itu, ketika sudah ada struktur akan terbantu transformasi informasi dari pusat sampai ranting. Langkah pembentukan ini juga dilakukan melihat semangat alumni sekarang deras.

“Makanya kita akomodir dilakukan Musda. Selama ini tidak pernah terputus komunikasi dan silaturrahmi. Alumni banyak tercecer sampai ke Pulau Sumbawa,” bebernya.

Sementara, Ketua terpilih Musda perdana IKAPPNH Cabang Lombok Tengah, Ahmad Zaini menegaskan. Musda dilakukan dengan mengedepankan musyawarah mufakat. Kendati ada calon lain muncul di arena Musda.

“Musda kita lakukan untuk menindaklanjuti agenda PB sesuai amanah dari pondok. Alumni Nurul Hakim lama tercecer. Kedepan ini bagian dari menyiapkan kadarisasi,” ujar pria asal Desa Segala Anyar itu.

Dia juga membeberkan apa jadi program dalam waktu dekat. Pihaknya akan membentuk struktur kepengurusan sampai tingkat ranting. Ia menyebutkan, alumni IKAPPNH cukup unik di Gumi Tastura. Ada sudah berada di barisan ormas bahkan partai politik.

“Di organisasi NU, Muhammadiyah Ketua PM Muhammadiyah itu alumni Nurul Hakim. Dan ingat, ini poros peradaban umat juga dengan adanya wadah,” katanya.

Selain membentuk struktur pengurusan. Pihaknya segera mungkin akan melakukan pengumpulan dan verifikasi date alumni. Dan baru akan dilanjutkan dengan temu akbar alumni.

“Ini zaman millinial dan kedepan ini akan jadi pengurus yang muda,” ujar Ahmad Zaini.

Dewan Pakar IKAPPNH Cabang Lombok Tengah, Ahmad Ziadi. Katanya, Musda ini bisa berlangsung atas izin Allah. Haraan dengan musda dilakukan, ada penguatan institusi alumni merajut lintas angkatan. Agar sama-sama bisa juga mengurus anak yatim dan donasi untuk manfaat masyarakat.  Termasuk diharapkan, alumni bisa ikut mewarnai pembangunan Lombok Tengah.

Dr Azrin menambahkan, musda ini momentum awal untuk berkontribusi lebih strategic dan maksimal dalam pembangunan Loteng ke depan. “Kami harap alumni punya kekompakan lebih tinggi sesuai pesan almarhum tuan guru. Kita ingin organisir semua potensi di alumni dan potensi masyarakat dengan maksimal dalam pembangunan,” katanya.

Adapun yang akan diperhatikan nanti, dalam bidang pendidikan, pertanian dan pariwisata juga. Almarhum tuan guru pendiri Ponpes Nurul Hakim sering berdiskusi agar pariwisata lebih religius.(*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Gubernur Dr. Zul akan Siapkan100 Beasiswa untuk Mahasiswa di Kampus Swasta

Read Next

Suhaili dan Jajaran Forkompinda Keliling ke 40 Desa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *