VIRAL: Sumur yang sempat viral berwarna pink kini telah kembali seperti air jernih seperti sediakala di Dusun Pepao Timur I, Desa Lekor, Kecamatan Janapria.(KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID)

Areal sumur merupakan lokasi yang disakralkan masyarakat sekitar, hingga konon dulunya para tokoh terdahulu seperti seperti TGH Mutawalli dan TGH Lopan, hingga disebutkan juga mantan Gubernur NTB, Lalu Srinate juga sering datang dan menata lokasi areal sumur ini.

KHOTIM – LOMBOK TENGAH

SUMUR yang viral dijagat maya empat hari lalu, tepatnya 28 April 2023 yang secara tidak terduga tiba-tiba berubah warnanya menjadi merah muda (pink). Dimana secara umumnya mata air berwarna jernih kesehariannya. Lokasi sunur ini disebut oleh masyarakat bernama Lingkok Embung Emang atau Lingkok Siwak (sumur sembilan,red) karena memang jumlah sumur kecil mata air berjumlah sembilan yang terletak di Dusun Pepao Timur I, Desa Lekor, Kecamatan Janapria.

Dengan lokasi sumur berjumlah sembilan yang berbeda-beda peruntukannya oleh masyarakat, ada yang diambil sebagai tempat mandi, cuci, dan ada juga lokasi sumur yang diambil sebagai lokasi mengambil air minum. Dari pengakuan wargapun semua sumur ini tidak pernah kering meskipun saat musim kemarau ekstrim sekalipun.

Mengingat, sumur ini berlokasi di pinggir aliran sungai kecil, kemudian lokasi ini dipenuhi oleh akar pohon beringin yang telah berusia ratusan tahun dan bebatuan.

Salah satu warga yang ditemui di lokasi tersebut hendak mandi, Inak Minah mengaku, sumur ini sudah sejak lama ada, dimana sejak ia belum lahir. Padahal, dari segi usia ia telah di atas 60 tahun lebih.

Ia mengaku lokasi sumur siwak (sembilan,red) ini merupakan tempat sehari-hari pihaknya bersama masyarakat lainnya sebagai tempat mengambil air minum dan tempat mandi.

“Banyak orang datang berziarah ke tempat ini, kemudian ditata oleh orang Sakra,” katanya.

“Ini sebelum puasa begini adanya sudah ditata, kemudian saat puasa kemarin tiba-tiba berubah warnanya. Dari warna putih, hijau dan menjadi pink,” tambahnya.

Sementara warga lainnya, Mamiq Cindre alias Lalu Belas menceritakan, kejadian ini bermula berubahnya warna air sumur menjadi warna pink yakni pada malam Jumat lalu, sekitar empat hari lalu. Memang sumur yang berwarna pink yang hanya di satu sumur dari sembilan jumlahnya ini sempat diperdalam, namun bukan demikian yang membuat airnya berubah. Mengingat ia katakan pengerjaan diperdalam ini rentan waktunya lama hingga airnya berubah.

“Saat air sumur ini menjadi pink itu seperti airnya keluar secara terus menerus, tidak normal seperti biasanya, sampai-sampai hampir meluap. Karena keanehan itu, dan baru pertamakalinya terjadi, sehingga banyak warga yang mandi dan mengambil airnya yang diyakini dapat menjadi obat. Baik menggunakan botol, ada juga yang membilas muka dan areal tubuh, hingga mandi lansung di tempat, baik dari warga kampung, dari luar kampung, luar kecamatan, hingga luar kabupaten. Sehingga airnya habis dan sumur ini dibersihkan lagi oleh warga. Sehingga airnya saat ini kembali seperti warna normal jernih seperti sediakala,” paparnya.

Dengan kejadian ini, ia bersama seluruh masyarakat setempat saat ini sedang dimintaan dana, yakni dari pintu ke pintu, dengan inisiasi lokasi sakral ini akan di tembok keliling akan diadakan tasyakkuran dengan memotong kambing bersama warga setempat.

Adapun di lokasi itu yang menyerupai makam yang ditemboki keliling dengan adanya penanda dua buah batu nisan dan tanah agak meninggi ia katakan di lokasi tersebut merupakan kedewaan atau tempat yang disakralkan masyarakat sekitar.

Kepala Dusun Pepao Timur I, Muslim menyatakan hal senada. Dimana, sebelum sumur itu airnya menjadi pink sempat berubah-ubah warna. Seperti awalnya berwarna hijau yang dugaan awalnya merupakan lumut di areal sumur, kemudian berwarna putih, hingga berwarna pelangi kemudiannya dan akhirnya berwarna pink. Warna berubah-ubah ini terjadi sejak bulan puasa kemarin. Namun ia bersama warga sekitat tidak pernah menanggapinya serius hal tersebut. Mengingat awalnya ia berfikiran ini merupakan kejadian secara alami.

“Kita tidak tanggapi, karena areal sumur yang berwarna pink itu merupakan areal mandi perempuan, dan laki-laki khusus tempatnya di lokasi berbeda,” ucapnya.

Pada saat hari kejadian itu, banyak orang beramai-ramai datang, ia tidak tahu dari mana datang dan asalnya orang-orang tersebut, kemungkinan hanya liat dari youtube dan Facebook hingga sampai di dusunnya tersebut.

“Banyak juga Caleg yang datang mandi baik dari Loteng dan Lotim ke sini saat warna air ini berwarna pink, termasuk mantan Gubernur NTB, Lalu Srinate sejak dulu sebelum berubah warna air sumur ini, dia dari dulu sering mandi dan menata lokasi ini,” bebernya.

Soal adanya seperti malam di areal itu dan ada ditaruhkan sesajen berupa beras dibungkus daun sebagai wadah dan air segelas dan bekas bakaran arang setumpuk kecil ia katakan itu bukan makam, hanya tanah agak menggunung sedikit dan sempat ada yang berdoa meminta sesuatu disana dan dapat. Kemudian memang sejak lama banyak yang datang mandi dan minta petunjuk di lokasi itu.

Adapun lokasi seperti kuburan itu diyakini masyarakat ada ritual khusus seperti bulan September kadang setiap setahun sekali mengadakan zikiran, dan berdoa. Mengingat percaya itu merupakan cara menjaga situa sejarah sakeal yang ada di dusunnya tersebut.

“Salah satu contoh saat kita berdoa dan berzikir disana minta hujan lansung turun hujan. Seperti TGH Lopan dan Mutawalli sering datang ke lokasi itu juga demikian dulunya, sholat istisqo’ (salat minta hujan, red) dan berzikir di sana,” ucapnya.

Sehingga, sampai saatinipun masyarakat sekitar meyakini berdoa dan zikir, hingga sholat istisqo’ minta hujan sering dilakukan dan hujanpun lansung, dimana sebagaimanapun panasnya musim kemarau lokasi yang dibuat seperti makam itu merupakan lokasi tempat berdoa para sesepuh agama dan para tokoh sehingga hujanpun turun. Dan masih terjadi hingga saat ini.(*)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 683

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *