Cerita Muhammad Arya, Siswa SD Pemburu Rupiah di Sekitar Sirkuit Mandalika

  • Bagikan
F bok 1
KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TAWARKAN: Terlihat anak-anak menawarkan gelang barang jualannya kepada pengunjung di sekitar Sirkuit Mandalika, Minggu sore kemarin.

Dampak Dirasa Kurang, Hasil untuk Belanja dan Ditabung

Muhammad Arya, 12 tahun kini masih tercatat duduk di bangku kelas 6 SD. Dia sejaka kelas 3 SD sudah menjual gelang di sekitar pantai Kuta. Termasuk tidak mau ketinggalan di momen balapan tingkat dunia yang berlangsung di Sirkuit Mandalika terakhir, Minggu sore kemarin.

AHMAD KHOTIM .S- LOMBOK TENGAH

ARYA begitulah panggilannya sehari-hari. Siswa kelas 6 SDN Rembitan Desa Rembitan, Kecamatan Pujut ini tetap menjalankan aktivitas sehari sepulang dari sekolah. Arya terpaksa berjualan gelang disebabkan factor ekonomi orangtuannya. Dia harus ikut terlibat membantu beban yang dipikul orang tuannya.
Arya mengatakan, hasil setiap harinya tidak seberapa, hanya bisa untuk memenuhi uang jajan dan ada yang bisa ditabung demi masa depannya. “Kalau hari masuk sekolah saya jualan, biasanya mulai jam 12 siang dan pulang jualan jam 6 sore,” ungkapnya kepada wartawan Radarmandalika.id Group di lokasi, Minggu sore kemarin.
Dia menerangkan, pada hari libur biasanya dia keluar lebih awal. Sekitar pukul 7 dan pulang pukul 6 sore. Ke lokasi berjualan, Arya diantar jemput oleh kakanya.”Begitu saja setiap hari,” ujarnya.

Arya menjajakan jualannya dengan harga yang relatif murah, dari gelang pernak pernik harganya Rp 5 ribu per gelang dan gelang benang wol dengan harga Rp 5 ribu untuk harga tiga gelang.

Namun sayang, Arya tidak bisa berbahasa inggris karena sulit. Beda halnya dengan pedagang gelang anak-anak lainnya jago menggunakan bahasa inggris.
Selama berjualan, Arya mengaku mendapatkan hasil berjualan gelang paling banyak Rp 60 ribu. Adapun wilayah tempat ia keliling berjualan. Di pesisir pantai Kuta, Senek dan Seger.
Tapi pada momen balapan world superbike (WSBK) ini, dia focus berjualan di Kuta atau sekitar sirkuit. Namun sayang, pendapatannya tidak jauh beda dari sebelum ada balapan itu.
“Sekarang saya baru dapat hasil berjualan Rp 50 ribu, kalau kemarin di hari kedua balapan Rp 30 ribu. Hari pertamanya saya Alhamdulillah sampai Rp 140 ribu, “ ceritanya.
Sementara, modal Arya untuk berjualan ini tidak pernah dihitung, sebab gelang yang dijual ini hasil buatannya dan keluarga di rumah.”Kalau mau habis nanti saya buat lagi,” jawabnya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *