Cara BEM FISE Universitas Hamzanwadi Sikapi Banjir Daha

F BOK 9

IST / RADAR MANDALIKA SALURKAN : Pengurus BEM Fise Universitas Hamzanwadi, saat menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana, yang diterima Sekretaris Desa Daha, Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, kemarin.

Ringankan Beban Korban, Salurkan Bantuan Hasil Penggalangan

Jika kurang peduli terhadap kelestarian alam, akan berubah menjadi bencana. Hutan gundul, kerap mengakibatkan bencana banjir. Seperti terjadi di Kabupaten Dompu.

MUHAMAD RIFA’I – LOTIM

KABUPATEN Sumbawa, sebagian besar tanahnya dipenuhi perbukitan dan pegunungan. Hutan di Pulau Sumbawa, masih tergolong luas. Sebab dari jumlah penduduk se-pulau Sumbawa yang dihuni lima kabupaten/kota, hanya 25 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Lombok Timur (Lotim).
Karena hutannya yang masih luas, tidak heran berkubik-kubik kayu yang dikirim dari pulau itu. Sehingga wajar pada musim kemarau, dari sepanjang jalan bisa dilihat gunung dan perbukitan tampak gundul dan kering kerontang. Bukit dan pegunungan akan terlihat hijau, di saat musim hujan.
Beberapa kabupaten di Pulau Sumbawa, kerap menjadi langganan banjir bandang. Tak terkecuali Kabupaten Dompu. Beberapa waktu lalu, Desa Daha Kecamatan Hu’u, menjadi korban banjir bandang. Ada puluhan rumah warga terendam banjir.
Bencana banjir bandang itu, mengundang kepedulian banyak pihak. Tidak saja pemerintah, tetapi juga kalangan mahasiswa. Selama beberapa hari, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Hamzanwadi. Para mahasiswa pun melakukan kegiatan penggalangan dana, di persimpangan jalan sekitar Kota Selong. Selain juga melalui brosur dan pamflet untuk mengundang simpati dari berbagai kalangan.
Agar rasa kemanusiaan tetap hadir pada jiwa mahasiswa, akan terus mendorong para mahasiswa untuk bisa lebih peka dan peduli terhadap lingkungan. Terlebih tri darma perguruan tinggi, menjadi tanggung jawab moral yang harus diselesaikan. Apalagi, mahasiswa sebagai agen of change dan agen of control, perlu mengambil peran strategis agar mampu menjadi solusi di tengah permasalahan yang ada.
Bantuan tersebut, jika dilihat dari nilainya mungkin tidak begitu fantastis, namun bantuan tersebut sebagai upaya untuk meringankan beban sesama. Masyarakat korban banjir, merasa bersyukur mendapat bantuan tersebut. Mereka berterimakasih mahasiswa masih peduli terhadap kondisi dan musibah yang di hadapi yaitu banjir bandang.
“Hari ini (kemarin, red), kita salurkan bantuan yang sudah kita kumpulkan selama lima hari. Jiwa peduli ini akan terus kita pupuk, agar mahasiswa ini tidak menjadi masalah baru nanti setelah lulus kuliah. Semoga dengan bantuan tersebut agar dapat meringankan beban masyarakat yang terkena musibah banjir di Dompu,” kata Ketua BEM FISE UH, Hatta Utawan, kemarin. (*)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Pemuda Kawo Kembali Soal BUMDes

Read Next

Literasi Digital Dirasa Perlu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *