Bupati Lombok Barat Kecewa

F MONEVV scaled

MONEV: Rombongan pejabat Pemkab Lobar saat melakukan monev ke sejumlah proyek di Lobar, beberapa hari lalu.

LOBAR—Bupati Lombok Barat (Lobar), H Fauzan Khalid kecewa dengan pengerjaan proyek di Lobar. Bahkan, orang nomor satu di Pemkab Lobar itu langsung memanggil semua kontraktor yang mengerjakan proyek Pemkab Lobar, Jumat (25/9) lalu. Sebab ditemukan progres fisik yang tidak memuaskan. Hal itu diketahui setelah tim Pemkab Lobar melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) beberapa hari lalu.

Salah satunya pada pemeliharaan jalan penghubung di Kecamatan Sekotong. Di lokasi itu Bupati Lobar H Fauzan Khalid didampingi Wakil Bupati Hj Sumiatun mengecek proyek pemeliharaan jalan kabupaten yang menghubungkan Pelangan-Desa Pelangan dan Labuan Poh-Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong.

“Kita sedikit kecewa dengan progres pemeliharaan jalan yaitu rabat bahu jalan yang dinilai belum optimal pengerjaannya,” kata Asisten III Setda Lobar, Mahyudin pekan kemarin.

Dikatakan Mahyudin, pemeliharaan jalan sepanjang 9,3 km khususnya pengerjaan bahu jalan sangat lambat. “Saya sampai nanya, serius ndak kerja ini. Pengerjaan bahu jalan harus dipercepat karena tingkat kesulitannya ada di situ,” ujarnya.

Bahkan, volume pekerjaan ini baru 30 persen. Padahal tingkat kesulitannya satu banding sepuluh antara pekerjaan inti (core) dan bahu jalan. “Jadi, mestinya ini diutamakan,” imbuhnya.

Mengenai pengaspalan, untuk jalan sepanjang 10 km, dalam 9 hari pun selesai. Sementara pondasi bahu jalan dikritiknya, karena dinilai tak bisa menahan beban. Harusnya, pondasinya yang lebih kuat dan lebih bisa menahan beban. “Jangan dipukul rata seperti itu. Memamh akan akan selesai, tapi progresnya juga harus diawasi. Kita tidak mau ada keterlambatan,” tegas Mahyudin.

Kritikan juga datang dari Inspektur Inspektorat Lobar, H. Ilham. Menurutnya, pengerjaannya tidak fokus. Bahkan terkesan loncat-loncat dan tidak bertahap. Semisal pemasangan ring dulu baru ke berikutnya. Melihat dari sisi perencanaan pengerjaan, ia pun sudah memperingatkan batas waktu pengerjaannya pada kontrak.

“Sekitar empat bulan yaitu mulai 25 Agustus sampai 22 Desember 2020. Kalau berhitung rasional, dalam satu bulan seharusnya progresnya 25 persen, tapi ini justru sangat minim,” kritik Ilham.

“Artinya perencanaannya itu terlalu kecil di depan,” tambahnya.

Sebagai informasi, pemeliharaan jalan ini nilai kontraknya Rp 8.31 miliar dengan nilai adendum kontrak Rp 9.14 miliar. Progres fisik proyek dengan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) regular itu sampai dengan Rabu 23 September adalah 6,33 persen dari rencana semula 5,50 persen. Proyek ini dikerjakan oleh PT Sinar Tunas Karya Utama. Asisten III Mahyudin berjanji untuk datang mengecek lagi progres pemeliharaan jalan ini tanggal 29 Oktober. “Kita akan turun lagi satu bulan ke depan khusus untuk mengecek ini,” janji Mahyudin. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Balonkada Ditipu Partai Segera Lapor

Read Next

Ketua Dewan Loteng Perjuangkan Anggaran Karang Taruna

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *