Balonkada Ditipu Partai Segera Lapor

F Asikin

Zainal Asikin

MATARAM – Internasional Law Firm (ILF) Lombok Nusa Tenggara Barat, membuka aduan Pilkada untuk tujuh kabupaten kota di NTB. Aduan ini khusus bagi bakal calon  kepala daerah (Balonkada) gagal, khususnya bagi yang pernah memberikan mahar politik kepada salah satu partai, namun rekomendasi tidak kunjung diterima alias calon yang jadi korban pemberi harapan palsu (PHP).

“Kami menerima pengaduan dari (bakal) calon yang pernah ditipu oleh partai dan telah mengeluarkan uang,” uangkap Direktur ILF NTB, Zainal Asikin.

Hingga saat ini, Asikin mengaku belum ada satu orang yang berani mengadu. Padahal pendaftarannya gratis. ILF akan menyiapkan advokat andal untuk mengurus uang mereka yang telah masuk. 

“Saya tidak pungut biaya. Mudahan ada yang bernai mengadu,” tegas profesor bidang hukum itu.

Asikin menegaskan, pihaknya akan menggugat secara perdata agar uangnya kembali. Berikutnya, ILF akan melaporkan secara Pidana dalam kasus Penipuan. Menurut Askin, aduan ini kemungkinan sulit disampaikan bagi mereka yang menjadi calon definitif. Yang akan dibela bakal calon yang gagal berkompetensi lantaran tidak mendapatkan dukungan dari partai, padahal sudah mengeluarkan uang. Harusnya calon yang telah mengeluarkan uang sampai mendapatkan SK B1 KWK. Tapi kadang B1KWK gagal didapatkan.

ILF pun akan membongkar oknum yang berani memungut uang tersebut, namun tidak bertanggungjawab menjadikan orang sebagai calon. Diakui Asikin ini tentu akan berisiko bagi pimpinan partai. Namun yang akan menjadi sasaran tembaknya yaitu  oknum yang menerima uang.

“Yang kita pidanakan oknum yang menerima uang bukan partainya. Biar masyarakat tau,” jelas Asikin.

Di NTB sendiri, mahar politik masih marak terdengar. Bakal calon mengeluarkan uang tidak sedikit. Informasi yang didapatkannya satu kursi harganya bisa tembus Rp 150 juta,  bahkan untuk satu partai terdiri dari beberapa kursi bisa tembus diangka miliaran. Asikin melihat fakta ini tentu sangat merugikan orang secara materil. Dalam ranah hukum ini masuk dalam delik penipuan yang bisa berurusan dengan jeruji besi.

“Makanya kita ingin mereka mengadu agar tidak menjadi bola liar. Luar biasa maraknya dan kasihan para calon,” pungkasnya. (jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Perkembangan Arya, Anak dengan Jantung Bocor dari Desa Dasan Baru

Read Next

Bupati Lombok Barat Kecewa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *