Bos Walet-Notaris Merasa jadi Korban Pembeli Tanah

F tanah

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID BERMASALAH: Seorang petani wanita saat membersihkan lahan yang belum tuntas pembayaran di Desa Kateng.

PRAYA – Bos pengusaha sarang wallet ternama di NTB, Lalu Ading Buntaran mengaku tidak akan mempersoalkan pernyataan Notaris Cuk Wijaya. Setelah dipelajari disimpulkan jika dirinya bersama Cuk Wijaya merupakan korban dari Handy orang yang mengaku mencari tanah.
“Kami rasa, kami berdua ini korban dan menuntut kepada Pak Handy agar segera membayar tanah saya,” tegasnya saat ditemui di kediamannya di Desa Katang, Kecamatan Praya Barat, Kamis kemarin.
Dalam penjualan tanah seluas 17 hektare ini, sudah terlihat jelas dan terang saat ini keduanya adalah korban Handy. Saat ini, Ading masih menunggu etikad baik Handy atau pembeli tanah untuk membayar tanah yang status sudah balik nama atas nama pemilik dengan bantuan pihak notaris.

” Saya bersama Notaris saat ini merupakan korban Pak Handy,” ungkapnya tegas.
Dari hasil penjualan tanah kosong ini, pihaknya akan menerima pembayaran sebesar Rp 15 miliar. Namun dari permainan yang Ading lihat, kuat dugaan jika Handy merupakan broker tanah kelas nasional. “Kami menduga banyak yang sudah ditipu,” sebutnya.

Ditambahkan notaris Cuk Wijaya, sebagai pejabat Notaris pembuat akte kesepakatan jual beli dimana dengan menitipkan sejumlah uang kepada Notaris sekitar 15 miliar, kemudian dilakukan balik nama.
Katanya, selaku pembuat kesepakatan, Cuk Wijaya menceritakan jika dalam kesepakatan tersebut usai memproses akta notaris dan balik nama SHM maka ketika semuanya sudah final, sampai sekarang belum adanya transaksi pembayaran tanah meskipun surat atas nama Handy sudah terbit.

“Saya berpikir bahwa pada saat saya menangani persoalan ini membuat kesepakatan jual beli, maka uang yang dititip tersebut logisnya untuk membayar tanah namun nyatanya tidak pemilik uang ingin menarik uang itu,” bebernya.
“Saat inilah saya sempat berpikir bahwa ini merupakan permainan dari pemilik tanah dan penjual, ternyata saya merupakan korban dari pembeli dan pemilik tanah juga,” katanya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Dinas Pertanian Akui Harga Jual Tembakau Jatuh

Read Next

13 CTKI Illegal Asal NTB Gagal Masuk Malaysia, 12 dari Lotim dan Satu Loteng

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *