Pasutri Asal Buwun Mas Ditangkap Edarkan Sabu

  • Bagikan
F NARKOBAA
IST/RADAR MANDALIKA AMANKAN: Pasutri asal Buwun Mas Sekotong menunjukkan barang bukti narkoba yang diedarkannya saat ditangkap jajaran Polres Lobar.

LOBAR – Pasangan suami istri (pasutri) asal Dusun Sepi, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong harus berurusan dengan jajaran Satuan Res Narkoba Polres Lobar, Selasa (14/9) lalu. Setelah keduanya terbukti menjadi pengedar narkoba jenis sabu di wilayah Sekotong. Bahkan pasutri ini diduga terlibat sindikat pengedar barang haram. “Kita mengamankan pasangan suami istri inisial R dan ST,” ungkap Kasat Res Narkoba Polres Lobar, Iptu Faisal Afrihadi yang dikonfirmasi, kemarin (15/9).
Penangkapan pasutri itu berbekal informasi dari masyarakat bahwa pelaku kerap melakukan transaksi narkoba di daerah setempat. Atas informasi tersebut, ia memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian di seputaran TKP. “Setelah informasi dinyatakan A1, Tim Opsnal melakukan penangkapan terhadap pelaku yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu,” jelasnya.
Saat penggeledahan didapati satu klip berisi empat poket berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 2.4 gram. Barang haram itu disembunyikan di balik pakaian dalam sang istri yang dikenakan. Kemudian dua bendel klip transparan berisi klip plastik beserta pipet yang diruncingkan ditemukan di dapur. Selain itu, ditemukan Hp, dompet warna hitam berisi uang tunai Rp 5.850.000. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Polres Lombok Barat.
Dari hasil pendalaman yang dilakukan, kedua pelaku terindikasi ada keterkaitan dengan pelaku yang pernah ditangkap sebelumnya di wilayah Sekotong. “Mereka ini jaringan sindikat pengedar,” tegasnya.
Barang haram itu biasa diedarkan di Sekotong, terutama untuk para penambang emas di wilayah itu. Kini pasutri itu sudah diamankan di Mapolres Lobar. Pihaknya pun terus mendalami dugaan jaringan tersebut. “Pengakuan pasutri ini, selain mengedarkan mereka juga mengkonsumsi. Sudah kita bawa untuk tes urine,” bebernya.
Pelaku dijerat UU narkotika dengan ancaman hukuman penjara enam tahun penjara hingga seumur hidup. (Win)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *