Bincang dengan TGH Zainal Arifin Munir

f bOK 1

DOK PRIBADI FOR RADAR MANDALIKA TGH Zainal Arifin Munir

Lama Sekolah di Makkah, Berhasil Dirikan Yanmu NW Praya Tahun 2000

Wartawan Radar Mandalika mendatangi pondok pesantren (Ponpes) Munirul Arifin Nahdlatul Wathan (Yanmu NW) Praya. Dalam kesempatan itu, kedatangan Radar Mandalika diterima TGH Zainul Arifin Munir.

AZA-LOTENG

TGH Zainul Arifin Munir merupakan tokoh Pendidikan di Kabupaten Lombok Tengah yang penuh kesederhanaan orangnya. Tuan guru kaya ilmu ini, memiliki penuh tanggungjawab untuk membangun dunia pendidikan yang lebih baik. Buktinya, sukses mendirikan Ponpes Munirul Arifin Nahdlatul Wathan (Yanmu NW) Praya.

Sebelumnya, tuan guru menceritakan perjalanan hidupnya. Tahun 70-an dia sekolah pertama di SDN 10 Praya. Pendidikan pada masa lalu sangat terasa didikannya, sehingga sekarang dirasakan hasilnya. “Ada guru saya namanya L. Mahmud guru kelas I SD yang hebat sehingga sampai sekarang masih terasa sekali sentuhan guru pertama saya semasa di SD,” tuturnya.

Dari ketulusan dan keseriusannya menuntut ilmu, belajar, mengaji sehingga gurunya di masa itu mendoakan dia menjadi orang besar. Setelah selesai di SD, tuan guru melanjutkan pendidikanya ke Makkah selama 10 tahun, tepatnya pada tahun 1975, untuk mengenyam pendidikan di Makkah. Di negeri gurun pasir itu, dia belajar berbagai macam ilmu pengetahuan sampai aliah. Setelah selesai dari sana, berangkat lagi kemesir untuk melanjutkan studi perguruan tinggi S1 Syariah dan S2 di Jakarta institut agama islam Al-aqidah Jakarta sambil mengajar di IAIN atau UIN sekarang. Dan melanjutkan S3 di Universitas Islam di Jogja dan mendapatkan predikat Doktor pada akhir tahun 2017.

“Dalam menuntut ilmu itu harus dinikmati, semakin pahit pengalaman kita menuntut ilmu semakin terasa manisnya pada masa sekarang,” terangnya.

 Pengalaman pahit yang dialami pada saat menuntut ilmu, dan itu dijadikan menjadi sebuah pembelajaran dan motivasi bagi anak-anak atau pemuda saat ini. Sebab hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan perencanaan oleh karena itu, prinsip hidup itu mengalir sambil menikmati bahwa semua itu kehendak Allah SWT.

Katanya, dengan kegigihan pria kelahiran 1964 itu, akhirnya pada tahun 2000 dia mendirikan sebuah ponpes yang diberi nama, Ponpes Munirul Arifin Nahdlatul Wathan (Yanmu NW) Praya. Dan melahirkan alumni-alumni yang luar biasa yang kualitasnya tidak diragukan lagi, sehingga banyak alumni beragam profesinya salah satunya terjun ke dunia politik menjadi anggota DPR dan masih banyak yang lainnya. Belum lagi para alumni yang masih kuliah di luar negeri tentu ini tidak terlepas dari hasil didikan yang didapatkan semenjak masih berada di Ponpes untuk menimba ilmu.

“Intinya dalam hidup itu tetap bersabar tetap berikhtiar dan berdoa,”tegasnya. (*)

8 Reviews

?s=96&d=mm&r=g
5

Good

Mantap

?s=96&d=mm&r=g
5

Murabbina

Murabbina 💓

?s=96&d=mm&r=g
5

Oziel

Sehat selalu abah

?s=96&d=mm&r=g
5

Oke

My be loved Father

?s=96&d=mm&r=g
5

Amaizing

wibawa dan ketegasan beliau luar biasa, terus belajar mencontoh beliau.

?s=96&d=mm&r=g
keren
5

Nice

Masya Allah, tabarakallah

?s=96&d=mm&r=g
5

💜

💜

?s=96&d=mm&r=g
5

Pahrurrozi

Mantabbbb

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

MotoGP jadi Kebanggaan Indonesia

Read Next

Penetapan Dilakukan 5 Hari Setelah Tak Ada Gugatan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *