banner 300x600

Beraksi di Lombok, Satu Keluarga Beserta Tetangganya jadi Pencuri

  • Bagikan
F maling 1
ARIF/RADARMANDALIKA.ID DITANGKAP: Delapan tersangka pencuri yang beraksi di Sirkuit Mandalika dan Lombok saat digiring di halaman Mapolda NTB, Selasa kemarin.

MATARAM – Polda NTB berhasil mengungkap kasus komplotan pencuri asal Jakarta yang beraksi di sesi terakhir World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Minggu kemarin. Dari tersangka ini, ada satu keluarga terlibat dalam kasus itu. Mulai dari bapak, ibu hingga anaknya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan, pengungkapan kasus pencurian ini oleh polisi menggunakan pakaian preman yang ditugaskan Polda NTB menyusup ke tribun penonton sirkuit mandalika.
“Sejumlah polisi tak berseragam yang kami tempatkan di Sirkuit Mandalika saat WSBK kemarin, ini komplotan pencuri asal Jakarta,” terangnya, Selasa kemarin kepada media.

banner 300x600

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes pol Hari Brata menjelaskan, komplotan pencuri yang beraksi di Sirkuit Mandalika itu berjumlah delapan orang. Dimana, satu orang ditangkap di TKP, tiga lainnya ditangkap di Pelabuhan Lembar, sedangkan empat lainnya ditangkap di Kapal Very menuju Bali yang berhasil diringkus hari itu juga.

“Berkat kerjasama tim, empat pelaku berhasil diamankan hari Minggu kemarin. Satu di Gate 3, sisanya kami ringkus di Pelabuhan lembar,,” terang dia.

Dikatakannya, terungkap pelaku delapan komplotan itu, berdasarkan kerjasama tim sesaat setelah pelaku yang ditangkap di Gate 3 Sirkuit Mandalika, pihaknya memblokade semua jalur keluar KEK dan juga memblokade semua pelabuhan.

Alhasil, komplotan pencuri asal Jakarta itu berhasil ditangkap dan diamankan, lalu empat orang ditetapkan sebagai tersangka, dan empat lainnya masih dilakukan pendalaman.
“Hingga saat ini kami berhasil meringkus delapan komplotan pencuri asal Jakarta,” katanya.

Tidak hanya beraksi di Lombok, komplotan ini juga beroperasi sampai keluar negeri seperti Malaysia dan Singapura. “Jadi mereka tidak hanya beroperasi di Lombok saja,” ceritanya.

Atas perbuatannya, kini para tersangka dikenakan pasal 363 KUHP. Sementara, hasil penyelidikan sementara, delapan komplotan pencuri asal Jakarta itu, murni datang untuk mencuri ke Lombok.
“Hasil interogasi pelaku, mereka murni datang untuk melakukan pencurian atau pencopetan, tidak ada yang membackup mereka,” tegas Hari.
Ditambahkannya, ada tiga pelaku yang tertangkap merupakan satu keluarga yakni, ibu bapak dan anak. Satunya lagi adalah tetangganya, keempat pelaku mempunyai tugas yang berbeda, anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku sebagai pengoper barang dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang.(rif/rls)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *