Bawa 4.600 Benih Lobster, Seorang Guru SD Diamankan

F LOPSTER

LOBAR—Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar) berhasil mengamankan 4.600 benih lobster. Benih itu dibawa seorang guru SD inisial TA ketika melintas di jalan raya Montong Kecamatan Batulayar ketika hendak dibawa menuju KLU, Senin (6/7) lalu.

“Pelaku mengangkut benih lobster dengan menggunakan mobil suzuki AVP, kemudian di bawa ke wilayah Nipah KLU,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq, kemarin.

Menurutnya, benih itu dimasukan dalam 46 bungkus plastik bening. Kemudian ditaruh dalam box es styrofoam. Pengungkapan kasus ini atas informasi masyarakat, bahwa diduga terdapat mobil yang mengangkut benih lobster dengan tujuan ke wilayah Lombok utara. Dan memang benar, saat melintas di wilayah Montong, anggota unit tipidter memberhentikan mobil dan melakukan pemeriksaan. “Didapati ada box yang ditaruh di jok tengah mobil. Setelah diperiksa memang benar isinya benih lobster,” bebernya.

Pelaku kini sudah diamankan di Mapolres Lobar. Sedangkan barang bukti ribuan benih lobster tersebut dilepaskan di Pantai Cemara Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar, Selasa (7/7) lalu. Pelepasan itu didampingi oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram (BKIPM).

Diperkirakan harga 4.600 benih lobster tersebut mencapai harga Rp 130 juta.

 “Kami segera melakukan koordinasi dan telah didapati hasil bahwa benih bibit lobster ini rentan mati apabila dibiarkan terlalu lama dengan kemasan plastik tersebut. Oleh karenanya, kami segera bersama-sama melakukan rilis terhadap sejumlah benih lobster tersebut,” lanjutnya.

Menurut Keterangan Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi BKIPM Mataram, M Farchan bahwa kegiatan tersebut dilakukan guna melestarikan dan mengembalikan lobster ini sesuai dengan habitatnya. “Pelepasliaran benih Lobster ini sebagai bentuk nyata kepedulian kami bersama Polres Lombok Barat terhadap kelestarian ekosistem dan habitat biota laut terlebih khusus yang berada di perairan Lobar,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tentang  peraturan kementerian yang baru terkait pengolahan biota laut salah satunya lobster.

“Kepada masyarakat khususnya yang berkecimpung di dunia perlobsteran agar mengetahui dan mempedomani Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2020 yang baru disahkan ini,” terangnya.

Kini terduga pelaku itu disangkakan Pasal 16 ayat (1) jo pasal 88 UU RI No. 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004. (win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Adu “Sakti” Suhaili-Ahyar di Musda Golkar

Read Next

Jadi Episentrum Penyebaran COVID-19, Kota Mataram Diberi Perhatian Ekstra

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *