Banggar dan TAPD Diduga Kongkalikong

  • Bagikan
IMG 20220126 033315
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Najamudin Mustafa - Ruslan Turmuzi

MATARAM – Munculnya temuan anggaran Rp 16 miliar lebih untuk pembelian kendaraan dinas (Randis) berupa roda empat, roda dua bahkan roda tiga di 12 OPD di tengah APBD yang oleng. Sorotan terus bermunculan, kali ini dari para wakil rakyat di DPRD NTB.

 

Anggota Komisi I DPRD NTB, Najamudin Mustafa mempertanyakan bagaimana mungkin muncul anggaran untuk pembelian Randis tersebut apalagi bisa lolos dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB.

“Katanya refokusing, kok muncul gini-gini. Patut diduga Banggar pasti kongkalikong dengan TAPD,” tudiang Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB, Selasa kemarin.

 

Politisi PAN tersebut menegaskan belanja yang dilalukan dinas tidak mungkin keluar tanpa persetujuan Banggar. Persetujuan Banggar tidak mungkin ada tanpa persetujuan pimpinan DPRD NTB. Pimpinan dewan merupakan eksekutor Banggar.

“Ini kan muaranya pimpinan DPRD dan gubernur. Ini pasti hasil coffe morningnya. Masak ada  Rp 16 miliar untuk pantat-pantat. Ini kongkalikong,” sebutnya.

 

“Katanya efisien efektif. Ini nggak mungkin mereka ndak tahu,” sambungnya.

 

Dulunya pimpinan dewan berencana membeli mobil termasuk gubernur sendiri itupun diributkan padahal kondisi APBD terbilang sehat. Sementara kalau untuk kepentingan OPD tidak ada yang meributkan.

“Ini apa artinya. Intinya pimpinan DPRD NTB dan Banggar bukan kecolongan tapi kongkalikong,” katanya lagi.

 

Di tengah kondisi APBD NTB dibawah komando Zulkieflimansyah terbilang lesu dampak pandemi Covid-19. Kondisi itu pun menyebabkan berpikir bagaimana mencari utang untuk pemenuhan program daerah. Justru yang disayangkan OPD tersebut masih saja memikirkan Randis yang sangat tidak urgen.

“Kalau saya ndak mau biarkan (kondisinya) seperti ini. Kita ingatkan gubernur tidak main-main,” katanya tegas.

 

Najam mengatakan kalau kepala dinas hanya mau kerja dengan mobil baru sebaiknya mundur saja jadi pejabat. Itu tandanya mereka tidak mau susah-susah dalam melayani rakyat.

 

Seharusnya anggaran sebesar itu dialokasikan saja misalnya untuk pemenuhan utang Pemprov di tahun 2021 yang mencapai Rp 300 miliar termasuk Rp 113 miliar merupakan pokir dewan.

“Harusnya itu yang dipikirkan,” singgungnya.

 

Ditambahkan anggota DPRD NTB lainnya, Ruslan Turmuzi mengaku pihaknya berkali kali mengkritisi jenis pembelanjaan yang dinilainya tidak begitu urgen. Bahkan dengan tegas Banggar menyampaikan hal tersebut melalui pandangan umum dan rekomendasi Banggar.

 

“Tapi mungkin menurut mereka pendangan Banggar itu biasa saja,” katanya.

 

Menurut politisi PDIP itu dana Rp 16 miliar hanya sebagian kecil dibandngkan dana yang dibelanjakan Pemprov yang tidak masuk dalam skala priotitas. Dana tersebut harusnya ditreking (disisir) demi efisiensi belanja termasuk juga kegiatan yang tidak masuk dalam kewenangan Pemprov yang menelan anggaran puluhan miliar. Kegiatan itu tidak masuk menjadi skala prioritas pembanguan Pemprov sesuai RPJMD.

“Contoh kasus penyiapan 150 Hektare lahan di Lemar di Sekotong (Lobar) untuk kawasan industri pengolahan sampah (limbah medis) didanai Rp 55 miliar. Kemudian pengelolaan sampah (TPA) di Kebun Kongok Gerung juga anggarannya besar,” sebutnya.

 

Ruslan melanjutkan, tanah yang belum klir dan klin anggarannya harusnya dirasionalisasi kemudian di sisir. Dengan situasi kondisi saat ini mestinya Pemrpov menyiapkan anggaran bagaimana menyelesaikan dampak dampak bencana.

 

“Ini belum dianggarkan. Mestinya dana tadi direfocusing dialihkan kesana. Kita tunda dulu program yang belum masuk sekala prioritas,” beber Ruslan.

 

Oleh karena itu, Ruslan berpendapat jika masalah tersebut dipersoalkan saat ini baiknya diarahkan kepada apa saja yang menjadi prioritas RPJMD. Ruslan meminta supaya dikembalikan kepada poin yang menjadi evalusi Kementerian Dalam Negeri terhadap APBD NTB 2022 yang baru baru ini keluar.

 

“Itu banyak sekali temuan yang harus dikupas,” tegasnya.

“Kita meminta pembangunan Zul Rohmi jangan terkesan politis populis,” sambungnya.(jho)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *