POTRET: Salah satu warga di Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah saat melakukan pengeboran, belum lama ini. (JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA)

MATARAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengusulkan anggaran sebesar Rp 20 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi dampak kekeringan.

“Kita usulkan ke pusat itu Rp20 miliar,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi di Mataram, kemarin.

Ia mengatakan anggaran sebesar itu sangat dibutuhkan oleh daerah. Mengingat anggaran yang ada di masing-masing daerah terbilang minim.

“Kalau kita bicarakan anggaran bukan hanya kita semua daerah juga sama. Minum semua,” ujarnya.

Ahmadi mengatakan nantinya anggaran yang ada akan digunakan untuk operasional mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke masyarakat yang terdampak kekeringan. Selain itu juga anggaran tersebut untuk membiayai honor petugas.

“Itu semua harus disiapkan dengan baik,” ujarnya lagi.

Ia berharap usulan anggaran tersebut bisa direalisasikan oleh BNPB. Mengingat pada bulan Juli dan Agustus diperkirakan menjadi puncak musim kemarau di NTB.

“Mudah-mudahan usulan kita ini diterima BNPB dan begitu puncak bulan kemarau Juli dan Agustus anggaran keluar,” harap Ahmadi.

Lebih lanjut, Ahmadi menambahkan BPBD NTB sudah melakukan langkah-langkah antisipasi kekeringan di beberapa wilayah khususnya di daerah selatan yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan.

Seperti di Pulau Lombok, meliputi Sekotong di Lombok Barat, Praya Barat Daya, Praya Timur di Lombok Tengah, Jerowaru, Keruak, serta Pringgabaya di Lombok Timur.

Sementara di Pulau Sumbawa, antisipasi kekeringan akan dilakukan di wilayah Moyo dan Moyo Hilir di Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu. Kemudian di wilayah Sape dan Wera di Kabupaten Bima.

“Setiap tahun di situ saja operasional mobil tangki,” pungkasnya.(jho)

50% LikesVS
50% Dislikes
Post Views : 381

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *