April, 4 Ribu Warga NTB Pulang Kampung

WhatsApp Image 2020 04 11 at 05.44.04

IST/RADARMANDALIKA.ID PULANG: Para TKI yang baru saja tiba di BIL, Sabtu lalu.

MATARAM – Warga NTB yang pulang kampung per 8 April 2020 berjumlah 4.471 orang. Kedatangan mereka melalui delapan pintu masuk, yaitu Bandara Internasional Lombok (BIL), Bandara Salahuddin Bima dan Bandara Kaharudin Sumbawa. Berikutnya lima pintu masuk jalur darat laut yaitu Pelabuhan Lembar, Benete, Bima, Pemenang, Badas, Labuhan Lombok, Pototano dan Sape.

“Data yang ada di Dishub itu adalah data setiap orang yang masuk,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windia di Mataram, kemarin.

Mereka yang tiba di NTB jika kondisi mereka sehat, maka mereka masuk berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) atau Orang Dalam Pantauan (ODP). ODP orang yang punya riwayat perjalanan ke wilayah terpapar Corona, meski belum ada gejala keluhan, maka wajib dipantau selama 14 hari. Mereka juga diharuskan isolasi diri selama 14 hari.

“Itu data penumpang. Artinya orang yang datang ke NTB apapun profesinya, apa TKI atau santri dan lain-lain,” terang Bayu.

Bayu mengatakan, Dishub bertugas mengumpulkan data selanjutnya data tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Ia juga menjelaskan jika dibandingkan dengan bulan Maret trend penumpang di April ini menurun. Berdasarkan data Dishub NTB di Bulan Maret, penumpang tiba di NTB mencapai 10.940 orang.

“Jika dilihat dari trend penumpnag jauh turun. Yang datang sepertinya orang NTB yang pulang karena di tempat sana juga mereka tidak nyaman,” paparnya.

“Akses pintu masuk tetap kita jaga,” tambahnya.

Bayu juga menjelaskan, bagi yang pulang pertama, ia akan dicatat dari mana riwayat perjalanannya, nama, alamat, nomor handphone dan suhu tubuh saat masuk NTB. Mereka akan diberikan “kartu siaga sehat”  atau Helath Alert Card (HAC). Dalam kartu siaga sehat ini, disebutkan secara rinci tentang apa saja yang harus dilakukan, nomor telepon yang harus dihubungi jika membutuhkan layanan kesehatan.

“Sebaliknya, melalui pencatatan ini, Dinas Kesehatan memiliki rekaman tentang siapa saja yang datang dari luar NTB pada musim pandemi ini,” paparnya.

Kemudian kebijakan Pemda, siapa pun yang masuk ke NTB saat ini, akan dicatat sebagai ODR (Orang Dengan Resiko) atau  ODP (Orang dengan Pemantauan). Di situ direkam datanya. Form atau blanko HAC diberikan pada saat seseorang membeli tiket. Misalnya, kalau datang dari Padangbai, form diberikan di Padang Bai pada saat beli tiket. Di atas kapal, penumpang juga akan mengisi HAC, kemudian ketika turun di Pelabuhan Lembar, kartu akan diambil. Kartunya yang terdiri dari dua sisi, akan disobek oleh petugas. Satu sisi HAC diberikan kepada petugas. Kemudian satu sisi lagi buat penumpang. Selain HAC, akan dikasih satu lagi kartu pemberitahuan karantina mandiri, untuk ditempel di rumahnya.

“Sebagai penanda saja. Isinya dia baru datang dari luar negeri atau luar daerah dan sedang melakukan karantina mandiri di rumahnya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Ekadewi menjelaskan, OTG tidak menunjukkan gejala terpapar Covid-19 seperti batuk, flu, demam tinggi, sesak nafas dan hilangnya pengecap rasa. OTG ini biasanya memiliki imunitas yang tinggi ataupun antibody yang baik. Tetapi akan berbahaya bila menulari orang lain yang memiliki antibody serta imunitas yang lemah.

Yang harus di lakukan oleh OTG adalah, melakukan isolasi secara mandiri dan menerapkan social distancing.

“Isolasi mandiri 14 hari. Di sini peran masyarakat untuk mengawasi. Kalau konsep sosial distancing tidak dikerjakan, bisa terjadi menularkan ke orang lain,” papar Eka terpisah.

Eka juga menjelaskan, data Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 per tanggal 11 April sebanyak 19.263 orang. Sedangkan yang masih menjalani karantina sebanyak 11.752 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 7.511 orang.

PPTG ini berasal dari berbagai tempat seperti para pekerja migran (TKI) yang kembali ke NTB serta orang yang datang dari daerah pandemik. (Jho)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Aparat Tegur Pemilik Acara Begawe di Janapria

Read Next

Bertambah, 37 Orang Positif Korona di NTB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *