Apa Kabar Piutang Pajak Hotel Santosa?

F PAJAKK

DOK/RADAR MANDALIKA TAK BEROPERASI: Hotel Sentosa di Senggigi Lobar yang sudah lama tak beroperasi padahal masih memiliki piutang yang belum terbayarkan.

LOBAR–Piutang oajak Hotel Santosa Senggigi tak kunjung ada kejelasan kapan dibayarkan. Pertanyaan terus dilontarkan DPRD Lobar kepada eksekutif setiap laporan LKPJ Bupati. Mengingat besaran piutang yang mencapai sekitar Rp 6 miliar lebih itu dirasa akan sangat membantu kekurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terdampak pandemi. Meski kini hotel di kawasan Senggigi itu sudah lama tak beroperasi lagi. “Sehingga tidak menjadi beban terus, setiap laporan LKPJ Bupati kita tanyakan bagaimana pajak Santosa. Itu menjadi pertanyaan yang terus berulang setiap tahun. Harus dicarikan solusinya,” tegas Anggota DPRD Lobar, Abu Bakar Abdullah, beberapa hari lalu.
Ia menilai perlu langkah negosiasi yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tak bisa dibayarkan dengan uang maka bisa dengan aset. Sebab sejauh ini Lobar tak memiliki aset di kawasan wisata Senggigi. “Misalnya di hutang pajak yang ditunggak dikonversi dengan tanah, itu bisa dihitung. Itu bisa menjadi alternatif solusi kalau memang dinegosiasikan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Ia pun mendorong agar Bagian Hukum Setda Lobar lebih jauh mendalami persoalan ini. Karena ia menegaskan piutang pajak itu merupakan hak daerah yang harus diterima. “Ini hak daerah yang bersumber dari konsumen (tamu-tamu) yang menginap di Senggigi. Itu dititipkan hotel,” tegasnya.
Sehingga wajar jika Pemkab menagih haknya. Sebab jika tak bisa dibayarkan dengan uang bisa dengan aset. Kembali lagi ia mengatakan, negosiasi menjadi penting. “Supaya ndak itu saja yang menjadi masalah (piutang Santosa),” pungkasnya. (Win)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

Penyebab Kematian Ngorok, Dinas Akan Suntik Vaksin Kerbau

Read Next

Awal yang Baik, Panjat Tebing Sumbang Emas Pertama

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *