BERSIAP: Pintu masuk kawasan Pelabuhan Lembar untuk barang dan penumpang Pelindo.(WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA) 

LOBAR—Rencana Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengoneksikan port to port Lembar-Kayangan disambut baik oleh Pelindo Multi Terminal (PMT) Cabang Lembar. Perusahaan pelat merah itu bahkan sudah mempersiapkan perencanaan penataan hingga peningkatan pelayanan berbasis digitalisasi.

Konektivitas antarpelabuhan itu dinilai langkah strategis memangkas waktu tempuh hingga menekan biaya logistik.

“Tentunya kita menyambut baik, mendukung penuh tentunya terkait dengan adanya program-program pemerintah ini,” terang Branch Manager PMT Cabang Lembar, Kunto Wibisono saat dikonfirmasi, Jumat (24/7).

Pemangkasan waktu tempuh darat melalui jalur konektivitas baru ini akan membawa dampak efisiensi yang signifikan. Sebab, selama ini dibutuhkan waktu tiga setengah jam sampai empat jam melintasi jalur nasional Kayangan-Lembar. Sehingga dengan konektivitas itu, tentu jarak tempuh akan berkurang.

“Dengan kemungkinan nantinya membangun konektivitas port to port, harapan untuk memangkas waktu tempuh pasti kan berdampak, mungkin biaya BBM dan sebagainya yang bisa tereduksi gitu, seperti konsumsi BBM dan operasional kendaraan,” jelas Kunto.

Jalur penghubung ini diproyeksikan memperlancar arus distribusi komoditas utama dari berbagai daerah di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Termasuk pengiriman hasil pertanian dan peternakan yang dikirim menuju Pulau Jawa.

“Contohnya kayak komoditi tembakau, kemudian juga ada jagung, bawang, dan persiapan Iduladha kan ada juga pengiriman sapi,” jelasnya.

Pelindo mencatat tren arus barang/logistik yang masuk melalui Pelabuhan Lembar dan Gili Mas mengalami pertumbuhan positif, berada di atas 5 persen setiap tahunnya. Dampak jalur baru itu tentu akan meningkatkan arus barang/logistik.

Tidak hanya dari sisi kargo, konektivitas Kayangan–Lembar juga membawa angin segar bagi sektor pariwisata. Pelabuhan Lembar/Gili Mas yang rutin menerima kunjungan kapal pesiar (cruise) dengan durasi bersandar singkat (12–16 jam) kini memiliki peluang lebih besar untuk memperluas jangkauan destinasi para wisatawan. Dengan pemangkasan waktu tempuh ke arah timur, jangkauan promosi destinasi wisata dapat diperluas hingga ke wilayah Lombok Timur secara lebih optimal.

“Harapannya dengan adanya jalur dari Kayangan ke Lembar, mungkin akan memberikan dampak wisata. Jangkauan wisata, tujuan wisatanya juga akan pasti akan lebih banyak gitu,” ucapnya.

Menyambut potensi lonjakan arus kargo dan penumpang di masa depan, Pelindo menegaskan siap melakukan optimalisasi fasilitas pelabuhan tanpa harus melakukan perluasan fisik secara masif.

Mulai dari penataan alur pelabuhan, lalu lintas, serta sistem parkir kendaraan. Hingga mempercepat proses operasional dan administrasi berbasis digital. Tak kalah penting menyiapkan kenyamanan ekstra di ruang tunggu dan terminal.

Sebab, Kunto meyakini dengan penataan area parkir, kapasitas kendaraan tetap bisa maksimal ditampung. Pasalnya, kapasitas Pelabuhan Gili Mas total bisa menampung 350 unit kendaraan dan Pelabuhan Lembar berkapasitas sekitar 150 kendaraan.

“Kalau di Gili Mas kita ada dua ruang tunggu kendaraan. Ruang tunggu kendaraan pertama kurang lebih ada 200 unit kapasitasnya, dan di dalam itu 150 unit. Kita mungkin tinggal penataan saja sih gitu. Penataan alurnya, rutenya, seperti itu saja sih,” pungkasnya. (win)

By Radar Mandalika

Mata Dunia | Radar Mandalika Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *