BALI– Partisipasi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana. Menpar memberikan pujian terhadap desain Paviliun atau Booth NTB yang tampil menonjol di arena pameran internasional tersebut.
Booth NTB yang mengusung tema Tera Kota dengan dominasi warna merah bata dinilai mampu menghadirkan identitas visual yang kuat sekaligus merepresentasikan kekayaan budaya Pulau Lombok dan Sumbawa. Konsep tersebut dinilai menarik perhatian pengunjung serta memberikan kesan mendalam bagi buyer dan pelaku industri pariwisata yang hadir.
Ajang Bali & Beyond Travel Fair 2026 yang berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua menjadi momentum penting bagi NTB untuk memperluas pasar wisata internasional.
Kehadiran NTB dalam pameran pariwisata terbesar di Indonesia itu merupakan hasil kolaborasi antara Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat, Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, pelaku industri perhotelan, biro perjalanan wisata, serta pelaku UMKM lokal.
Selain menampilkan desain booth yang khas, delegasi NTB juga membawa berbagai produk wisata unggulan yang mencerminkan keragaman destinasi daerah. Mulai dari wisata pantai, pegunungan, budaya, sport tourism, hingga paket post-event tour yang dirancang untuk mengajak buyer internasional mengunjungi langsung destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.
Pada ajang BBTF 2026, NTB menargetkan potensi transaksi bisnis sektor pariwisata mencapai Rp 25 miliar. Target tersebut diyakini dapat dicapai melalui pertemuan bisnis antara seller dari NTB dengan buyer mancanegara yang berasal dari berbagai negara potensial pasar wisata Indonesia.
Dukungan yang diberikan Menteri Pariwisata menunjukkan bahwa strategi promosi NTB sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam menjadikan BBTF sebagai lokapasar (marketplace) pariwisata berkualitas tinggi. Melalui ajang ini, destinasi-destinasi unggulan di luar Bali semakin mendapat ruang untuk dikenal pasar internasional.
Partisipasi NTB dalam BBTF 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari keindahan alam, kekayaan budaya, kuliner khas, hingga berbagai event internasional yang terus berkembang setiap tahun.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, NTB optimistis mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh mengungkapkan bahwa selain mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata, Paviliun Lombok Sumbawa juga memperoleh perhatian khusus dari penyelenggara BBTF 2026. Menurutnya, konsep desain yang mengusung tema Tera Kota dengan nuansa merah bata dinilai berhasil menampilkan karakter khas Lombok dan Sumbawa secara kuat dan elegan.
“Alhamdulillah, kami juga mendapat apresiasi dari pihak BBTF. Tampilan Paviliun Lombok Sumbawa dinilai sangat menarik karena mengangkat tema Tera Kota yang mencerminkan identitas budaya dan arsitektur daerah,” ujar Sahlan.
Ia menambahkan, antusiasme buyer terhadap destinasi Lombok dan Sumbawa terlihat sejak hari pertama pelaksanaan pameran. Booth NTB menjadi salah satu area yang ramai dikunjungi pelaku industri pariwisata dari berbagai negara yang ingin memperoleh informasi lebih jauh mengenai destinasi, paket wisata, hingga peluang kerja sama bisnis di sektor pariwisata.
Tingginya minat buyer tersebut menunjukkan bahwa Lombok dan Sumbawa semakin dikenal sebagai destinasi unggulan Indonesia yang menawarkan kombinasi keindahan alam, kekayaan budaya, serta pengalaman wisata yang autentik. Kondisi ini juga menjadi sinyal positif bagi upaya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut Sahlan, momentum BBTF 2026 tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar nilai transaksi bisnis, tetapi juga untuk memperkuat citra dan branding Meaningful Lombok Sumbawa sebagai destinasi yang memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.
“Kami ingin buyer tidak hanya mengenal Lombok dan Sumbawa sebagai destinasi wisata yang indah, tetapi juga sebagai daerah yang siap menerima wisatawan dengan produk dan layanan pariwisata yang berkualitas,” tegasnya. (red)
