MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat Program Desa Berdaya sebagai salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia. Melalui program yang dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2030, desa-desa didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Bidang Pengembangan
Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB menggelar Pelatihan dan Pendampingan Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” bekerja sama dengan PT Hindra Soe Consulting (HSC) serta bersinergi dengan Dekranasda Provinsi NTB.
Kegiatan yang berlangsung di Aula BKP3ED Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Rabu (22/7), secara resmi dibuka oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, serta dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, didampingi kepala Bidang Pengembangan
Perdagangan Luar Negeri, Aryanti Dwiyani juga seluruh Pejabat Eselon III.
Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Haryo Pamungkas, Kepala Dinas DPMPD Dukcapil Provinsi NTB Lalu Hamdi perwakilan Bank Syariah Indonesia, Bank NTB Syariah, PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara, Pertamina Patra Niaga, Kantor Bea Cukai Mataram, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Bappeda Provinsi NTB, serta berbagai mitra strategis sebagai bentuk kolaborasi memperkuat ekosistem ekspor bagi pelaku usaha desa.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal, mengatakan bahwa berbagai produk unggulan NTB sejatinya telah memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Tantangan yang dihadapi saat ini bukan terletak pada kualitas produk, melainkan masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami mekanisme ekspor dan belum memiliki keberanian untuk memasuki pasar global.
Menurutnya, Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” menjadi ruang belajar sekaligus ruang tumbuh bagi pelaku usaha desa untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, dan membuka akses pasar internasional.
“Ketika produk desa mampu menembus pasar ekspor, maka nilai tambahnya akan kembali kepada masyarakat. Karena itu, kolaborasi seluruh stakeholder menjadi kunci agar semakin banyak desa yang mampu tumbuh melalui potensi unggulannya dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bunda Sinta.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, menjelaskan bahwa Program Desa Berdaya merupakan program prioritas Pemerintah Provinsi NTB yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2030. Sebanyak 257 desa telah menjadi sasaran pembinaan secara bertahap, dan pada tahun 2026 sebanyak 40 desa telah ditetapkan melalui Surat Keputusan sebagai desa yang mendapatkan pembinaan.
Melalui Program Desa Ekspor, Disperindag NTB memperkuat pembinaan di sektor industri dan perdagangan dengan mendorong pelaku usaha desa menghasilkan produk yang bernilai tambah, memenuhi standar pasar global, dan siap memasuki pasar ekspor.
“Potensi desa di NTB sangat besar. Tugas kita adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti sebagai produk lokal, tetapi mampu berkembang menjadi produk ekspor yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat sekaligus melahirkan eksportir-eksportir baru dari NTB,” jelasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan perwakilan pelaku UKM, IKM, koperasi, dan BUMDesa hasil kurasi dari 40 Desa Berdaya yang dibina Pemerintah Provinsi NTB pada tahun 2026. Sebelum ditetapkan sebagai peserta, sebanyak 106 pelaku usaha mengikuti proses kurasi, kemudian dipilih 30 peserta terbaik untuk mendapatkan pelatihan dan pendampingan intensif.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai strategi ekspor, peningkatan kualitas produk, pemasaran digital, penyusunan dokumen ekspor, hingga pengembangan usaha. Sebagai puncak kegiatan, peserta akan mengikuti business matching yang mempertemukan mereka secara langsung dengan buyer potensial untuk membuka peluang ekspor produk unggulan NTB.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, Dekranasda, Bank Indonesia, perbankan, Bea Cukai, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Program Desa Berdaya “Desa Ekspor” diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa, meningkatkan daya saing produk unggulan daerah, serta melahirkan lebih banyak eksportir baru sebagai bagian dari upaya mewujudkan NTB Makmur Mendunia. (jho)