LOBAR—Program Sejahtera dari Desa pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) H Lalu Ahmad Zaini dan Hj Nurul Adha (LazAdha) resmi dijalankan. Ditandai penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Program satu miliar perdesa untuk 119 Desa dan 3 Kelurahan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto tepat saat Apel puncak perayaan HUT Lobar ke 68 di area Bencingah Kantor Bupati Lobar, Jumat (17/4). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan dari Desa Gapuk, Desa Sandik, Desa Karang Bongkot, Desa Buwun Mas, dan Desa Sedau.
Disaksikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Kepala BPS RI. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Muhammad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Bupati Bima, Dompu, Sumbawa, Walikota dan wakil walikota Bima turut hadir diacara puncak yang mengusung tema “Patju Begawean”. Hingga anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTB, Kabupaten Lobar dan pimpinan perusahan swasta serta Media. Kehadiran sejumlah pejabat pusat dan daerah itu menguatkan komitmen dalam membangun perekonomian desa.
Pjian bahkan disampaikan para menteri tersebut saat melihat langsung pameran hasil potensi desa diacara tersebut.
Mendes PDT, Yandri Susanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Bupati Lobar. Program yang dibuat Pemkab Lobar selaras dengan arah kebijakan pusat dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui desa.
“Program-program yang ada di Lombok Barat ini seiring sejalan dan sangat terhubung dengan 12 Aksi Bangun Desa dari Kementerian Desa,” ujar Yandri Susanto kepada awak media, Jumat (17/4).
Yandri menegaskan Pemerintah Pusat akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi lokal setiap desa di Lobar. Tidak hanya alokasi anggaran yang dikucurkan, Yandri mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan difokuskan pada peningkatan kualitas desa melalui program desa wisata dan desa tematik. Potensi komoditas seperti telur, ayam pedaging, ikan nila, belut, hingga komoditas ekspor seperti manggis akan terus ditingkatkan kapasitasnya agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Pasti kita akan dukung,” pungkasnya. Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah daerah juga meluncurkan inisiatif “UMKM Naik Kelas”. Program ini ditandai dengan pemberian kartu UMKM kepada pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai penerima subsidi kredit tanpa bunga. Langkah ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi para pengusaha kecil untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan profesionalisme manajemen usaha mereka. Peringatan HUT ke-68 ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan bagi desa-desa yang berhasil mencapai target pembangunan sosial dan kesehatan secara signifikan. Beberapa kategori penghargaan yang diberikan antara lain adalah Desa Bebas Putus Sekolah yang diraih oleh Desa Saribaye, serta Desa Bebas Stunting yang diterima oleh Desa Labuapi.
Selain itu, apresiasi diberikan kepada 103 desa dan kelurahan yang berhasil menuntaskan verifikasi dan validasi (verval) 100% data Desil 1 dan 2, dengan Desa Lelede sebagai perwakilan simbolisnya. Di bidang kesehatan, Desa Sesela juga mendapatkan penghargaan sebagai Desa Bebas Tuberkulosis. Rentetan penghargaan ini menunjukkan bahwa pembangunan di Lobar tidak hanya terpaku pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup manusia melalui layanan dasar yang terukur.
Sementara itu Bupati Lobar H Lalu Ahmad Zaini dalam pidatonya menekankan pemilihan tema “Patju Begawean” memiliki akar filosofis yang kuat dari kearifan lokal masyarakat Sasak. Semangat kerja keras yang dilakukan secara tekun dan berkelanjutan. Tema ini sengaja diangkat untuk memicu kembali gairah produktivitas di seluruh lapisan birokrasi dan masyarakat umum.
“Sebuah semangat yang tidak sekadar terdengar, tapi terasa. Tidak hanya diucapkan, tapi diwujudkan dalam karya dan pengabdian,” ujar pria yang akrab disapa LAZ itu.
Semangat ini yang ditekankan olehnya dalam pemerintahanya yang harus menjadi identitas bagi setiap aparatur sipil negara dan warga Lobar dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan perpaduan tersebut, Lobar diharapkan mampu bertransformasi menjadi daerah yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan bagi generasi masa depan.
Momen haru terdengar saat LAZ meneteskan air mata kala mengingat perjalananya selama setahun menakhodai Kabupaten Lobar. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai program strategis telah digulirkan, mulai dari peningkatan infrastruktur pedesaan hingga penguatan sektor ekonomi kreatif. Meski menyadari masih ada kekurangan, Pemda berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi demi pelayanan publik yang lebih baik.
“Satu tahun telah kami memimpin Kabupaten Lombok Barat, telah banyak yang bisa kami lakukan, telah banyak yang bisa kami wujudkan. Dan tentu kami serahkan semua itu kepada seluruh masyarakat Lombok Barat untuk menikmatinya, dan tentu menjadi semangat ke depan untuk terus kita membangun,” ungkapnya.
Dukungan dari pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci keberhasilan pembangunan di daerah. Sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga kementerian terkait menjadi fondasi utama dalam mengeksekusi program-program yang berdampak langsung pada masyarakat bawah. Secara khusus, LAZ menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPRD dan tokoh masyarakat, yang selama ini telah bahu-membahu menjaga stabilitas daerah.
Menurutnya, keberhasilan yang dicapai saat ini buah dari kolaborasi, bukan kerja individu. Semangat kebersamaan inilah yang diharapkan mampu membawa nama Lobar semakin diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional.
“Banyak hal yang telah berhasil kita capai, tentu semuanya ini berkat kolaborasi dari semua pihak. Kementerian, instansi terkait, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan semua bersinergi termasuk pada level lokal dengan DPRD dan seluruh stakeholder masyarakat yang ada,” pungkasnya.(win)