35 Tahun Jalan Tidak Pernah Diperbaiki Pemerintah

F Tanam Pohon Pisang

KHOTIM/RADARMANDALIKA.ID TANAM PISANG: Warga Dusun Sulin melakukan aksi tanam pohon pisang, Senin kemarin.

PRAYA – Kesal warga Dusun Sulin, Desa Labulia, Kecamatan Jonggat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. Gara-gara  kurang lebih 35 tahun jalan di dusun setempat tak kunjung diperbaiki pemerintah. Kemarin warga pun spontan beraksi.

Warga Dusun Sulin, Muhamad mengaku pihaknya telah merasakan tidak adanya itikad baik pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur jalan penghubing antar kecamatan dan kabupaten ini.

“Sudah kami usulkan ke pemerintahan dan dewan tidak pernah terealisasi, meskipun di dusun kami ada dewan tapi tidak ada perhatiannya samasekali,” sentilnya.

Muhammad menyatakan, dimana panjang jalan yang rusak parah sekitar 300 meter dengan lebar 6 meter. Parahnya, saat musim panas penuh dengan debu dan musim hujan penuh dengan lumpur.

Dia mengancam akan melakukan penanaman pohon pisang, satu warga satu pohon pisang di depan rumahnya.

“Kami akan aksi demo besar -besaran dan akan tutup total akses jalan ini, ” ancamnya.

Sementara, Kades Labulia, Mahjat menyatakan dimana pemerintah desa telah berupaya maksimal dengan dinas terkait bahkan telah menghadap lansung kepada bupati, agar jalan tersebut segera diperbaiki.

“Dan ini menjadi beban kami untuk dianggarkan lewat dana desa, namun mengingat belum ada info real dari Bappeda terkait status jalan,” katanya.

Dia menyatakan, jalan tersebut telah di-hotmik selama dua kali dan jalan hotmik biasanya menandakan jalan kabupaten, dan  pihaknya merasa sangat berat dengan penganggaran hotmik tersebut.

“Kalau melakukan pengaspalan bisa-bisa saja kami anggarkan, tapi kalau hotmik kayaknya berat,” pungkasnya.(tim)

0 Reviews

Write a Review

Radar Mandalika

Mata Dunia

Read Previous

RUU Kepulauan Akan Untungkan NTB

Read Next

Ketua RT di Mataram Dapat Insentif 250 Ribu Per Bulan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *