Warga Prai Meke Sulap Sampah jadi Uang

  • Bagikan
f kerajnan
IST/RADARMANDALIKA GROUP JADI UANG: Hasil pengolahan limbah plastik menjadi bunga plastik.

PRAYA-Pemerintah Desa Prai Meke, Kecamatan Praya Tengah sukses mengembangkan bank sampah dengan mengikuti lebih dari delapan event pameran lokal maupun nasional.

Kades Prai Meke, H. Moh. Salehudin mengatakan, dengan jumlah total 3880 jiwa  di desa dan wilayah pelosok kini mulai berhasil merubah wajah desa dengan cara mengembangkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Kades menerangkan, pemdes sejak tahun lalu telah gencar mengembangkan bank sampah dengan berbagai macam produk hiasan. Contoh produk yang bisa telah berkembang yaitu, salah satunya bunga hias dari bahan sampah olahan plastik, melalui event pemeran waktu di Kuta, Islamic Center, Taman Budaya, Udayana, Jambore Batukliang Utara, dan Senggigi beberapa waktu lalu.

“Jadi ini menjadi peluang besar bagi desa dan warga untuk lebih maju,” kata kades.

Bank sampah lanjut dia, dikelola secara swadaya, untuk lokasi produksi berada di Dusun Prai Timuq, kelompok ini juga sudah dibentuk keanggotaannya dengan nama kelompok Bank Sampah Berjamaah yang melibatkan PKK dan ibu rumah tangga (IRT) untuk  pengolahan.

 “Dari pada ngerumpi sana sini lebih baik mereka kita latih untuk kegiatan produktif yang nantinya mendapat nilai ekonomis,” ujarnya.

Kades menerangkan, untuk tutor dari Gerung Lombok Barat yang sesekali datang tiga bulan. Katanya, kalau ada ide baru pasti dia akan ke desa untuk bantu kembangkan cara pengelolaannya.

Kades mengatakan, pertahun bisa mencapai Rp 18 juta 800 ribu didapat dari masing rumah warga. “Jadi kita beli dari tiap rumah warga Rp 3500 per kilo dan nanti kita jual untuk diolah sebesar Rp 5000 per kilo. Dengan sistem ini selain meningkatkan penghasilan tiap KK juga berperan penting untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.(cr-buy)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *